a
Widget Image
kejahatan seksual pada anak

Penanganan Kasus Seksual Di Cipondoh Dinilai Lamban

TANGERANG, BANPOS – Penanganan dugaan kekerasan seksual yang dialami NS (14), siswi kelas VI SD di Cipondoh, dinilai lamban. Pasalnya, hingga kini terduga pelaku, Agus (32) yang berprofesi sebagai security sudah berpindah dari tempat tinggal yang dihuninya dengan mengajak anak serta sang istri.

Selain melaporkan ke Unit PPA Polres Metro Tangerang Kota, MI selaku orang tua NS, juga telah melaporkan tindak kekerasan seksual yang dialami anaknya kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sejak tanggal 29 Februari 2016 silam. Ironisnya, hingga kini belum ada tanda-tanda pengungkapan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dialami NS.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menyayangkan lambannya aparatur penegakan hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak. Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya akan memberikan perhatian serius, karena dugaan pelakunya sudah meninggalkan tempat asalanya yang sulit dilacak kembali.

“Padahal Presiden sudah meminta kepada Kapolri bahwa semua jajaran Polri yang menerima pengaduan kekerasan seksual harus ditangani dengan cepat dan penanganannya harus luar biasa,” katanya, Kamis (19/5/2016).

Disinggung terkait banyaknya kasus kekerasan seksual yang berujung secara kekeluargaan, dia menegaskan, bahwa tidak bisa kasus kejahatan seksual yang merupakan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan luar biasa, menghilangkan pidananya.

“Jadi apabila ada kata damai satu sama lain itu tidak masalah, tapi tidak bisa menghilangkan pidananya. Upaya damai untuk menghilangkan pidana itu tidak dibenarkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa saat ini Tangerang berstatus darurat kekerasan seksual terhadap anak. Aparat hukum harus segera mungkin melakukan tindak upaya pencegahan termasuk melakukan penegakan hukum.

“Setiap ada laporan harus segera mungkin ditangani dengan bukti yang ada, tidak boleh menunggu-nunggu,” jelasnya.

Sebelumnya, N yang merupakan ibu korban mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melaporkan Agus terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak, sebagaimana diatur dalam pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak di bawah umur.

“Semenjak kejadian anak saya sudah tidak sekolah, hampir tiga bulan. Apalagi sekarang sudah memasuki ujian,” ungkapnya.

Pihak keluarga beranggapan, bahwa kepolisian lamban dalam menangani kasus ini, karena pelaku masih bebas berkeliaran. Pihak keluarga juga juga sudah mempertanyakan ke kepolisian terkait tersangka masih belum ditahan. Namun, pihak kepolisian menyampaikan, bahwa kurang cukup bukti dan saksi untuk menahan tersangka.

“Kita kan sudah ada bukti visum jelas,” tukasnya. (UIS/MADE/BNN/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment