Solmed Bantah Makan Uang Masyarakat Pasauran

SERANG, BANPOS – Kasus perseteruan warga Pasauran Cinangka, Kabupaten Serang dengan Solmed semakin memanas. Warga merasa kecewa atas sikap Solmed yang datang terlambat ketika diundang untuk memberikan ceramah.

Terlebih, warga menuntut Solmed untuk meminta maaf kepada warga dan mengembalikan uangnya yang sudah masuk untuk kepentingan warga. Pembayarannya kepada Solmed sudah dilakukan sebesar Rp3,5 juta dari total pembayaran senilai Rp7 juta.

Solmed saat dihubungi BANPOS, Senin (16/5) malam lalu, membantah dikatakan “makan” uang masyarakat Pasauran. Dia bahkan (Solmed) merasa nama baiknya dicemarkan atas tuduhan tersebut.

“Saya difitnah dan dirugikan dengan tuduhan ini. Sudah gak dapat apa-apa, nama baik saya dihancurkan. Saya masih sabar atas tuduhan yang dilayangkan kepada saya,” terang pria bernama lengkap Sholeh Mahmud Nasution itu.

Menurutnya, Pantia Isra Mi’raj Pasauran seharusnya tidak main tunjuk hidung tanpa bukti, karena tudingan itu sangat merugikan reputasinya sebagai penceramah.

“Mereka kirim duit kemana dan kepada siapa. Masa panitia buat perjanjian dengan Ivan, dan kasih uang kepada Wenny, lalu saya yang dituduh makan duit. Hati-hati, saya masih sabar, bisa saya tuntut balik mereka, dan ini sudah pidana mencemarkan nama baik saya,” terang Solmed.

Dia membantah nama Ivan dan Wenny adalah managemen yang menangani dirinya bila diundang untuk berceramah. Bahkan, dia mengaku tidak mengenal kedua nama itu.

“Dan sekedar informasi, managemen saya itu namanya Bos Dai Managemen. Di luar itu saya tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Solmed mempersilahkan jika panitia menuntut dirinya. Namun bila tidak bisa membuktikan bahwa dirinya memakan uang, maka dia akan menuntut balik panitia. “Saya juga akan siap dengan pengacara saya bila nama baik saya sudah dicemarkan begini,” tambah Solmed.

Lebih lanjut Solmed membantah bila dikatakan dirinya terlambat karena adanya negoisasi masalah tarif ceramah dengan panitia.

“Saya tidak tahu itu, tapi herannya saya kok saya disudutkan ini sudah mengarah pembunuhan karakter terhadap saya,” ucap Solmed.

Seharusnya, lanjut Solmed, panitia kejar orang membuat perjanjian.

“Bukan saya yang disalahkan. Saya tidak menerima uang dari panitia, silahkan panitia kejar orang yang melakukan perjanjian. Ini masalah hitan dan putih, kok tiba-tiba menyalahkan saya,” kata Solmed.

Peristiwa ini juga mengundang komentar dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Wahidin Halim. Ia yang hadir bersama Wabup Serang, Pandji Tirtayasa menyarankan agar Solmed menginstropeksi diri dan banyak istighfar.

“Sebagai manusia biasa mungkin Ustadz Solmed sedang ditegur Allah SWT, ini momentum untuk dia introspeksi diri dan beristighfar. Saya merasakan betul bagaimana suasana batin jamaah yang menanti kehadirannya, tapi ternyata ia datang setelah acara bubar. Apapun alasannya, faktanya jamaah kecewa,” pungkasnya.(K1/SUF/IGO/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment