Tambang Pasir Laut Masih Berlanjut, Nelayan Ancam Golput Pilgub 2017

SERANG, BANPOS – Ribuan nelayan yang menjadi korban penambangan pasir laut di Lontar, Kabupaten Serang, mengancam golput dalam Perhelatan Pemilihan Gubernur Provinsi Banten pada 2017 mendatang.

Meski sudah mendapat kesepakatan antara 3 wilayah yang terkait dalam reklamasi pantura jakarta yaitu Banten, Jawa Barat dan Banten untuk menghentikan sementara penambangan pasir laut, namun di kawasan lontar Kabupaten Serang, Provinsi Banten masih berjalan aktifitas penambangan pasir laut yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan berdampak pada penurunan tangkapan ikan oleh nelayan setempat.

Berangkat dari permasalahan tersebut ratusan nelayan mendatangi kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) untuk menuntut Pemprov Banten agar mencabut ijin penambangan pasir laut di lontar, atau mereka tidak akan menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017.

“Kita akan golput kalau tidak dicabut,” Ujar Salah Seorang nelayan, Rohmatullah. Senin (9/5/2016).

Sementara itu, salah seorang pengunjuk rasa mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang tidak dapat bertindak tegas terhadap aktifitas pertambangan pasir laut di lontar.

“Kita selalu dirugikan sebagai rakyat kecil tetapi pengusaha selalu dibela,” Katanya.

Perlu diketahui ratusan nelayan melakukn aksi unjuk rasa didepan KP3B dengan penjagaan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP, beberapa perwakilan pengunjuk rasa diterima untuk melakukn audiensi bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment