a
Widget Image
penyerahan bantuan

Wakili Tingkat Nasional, SDN III Kota Serang Menerima Sumbangan Rp28 juta

SERANG, BANPOS – Dalam rangka mensukseskan Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional, SDN III Kota Serang Banten menjadi satu-satunya yang berhak mewakili Lomba dan menerima sumbangan dari Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) Banten, sebesar Rp28 juta.

Koordinator TP UKS Banten, Isna Setiasih mengatakan, anggaran Rp28 juta tersebut terbagi atas Rp 20 juta untuk pembinaan persiapan Tim Pelaksana UKS, SDN III Kota Serang. Sebesar Rp5 juta untuk persiapan Tim Pembina UKS di Kota Serang, dan Rp 3 juta untuk Tim Pembina UKS di Kecamatan Serang.

“Pantauan TP UKS Banten yang sudah menyelenggarakan program UKS sekitar 40 persen dari 4.589 SD dan 987 MI di Banten. Namun, rata-rata belum memiliki ruangan dan fasilitas lainnya.

Sementara, TP UKS di 154 kecamatan se-Banten sudah menyatakan siap membuat ruangan dan papan nama UKS,” ujarnya ditemui BANPOS, Senin (16/5). Terpilihnya SDN III Kota Serang yang mewakili LSS, Isna menuturkan, sudah melalui proses yang dilaksanakan mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.

SDN III Kota Serang terpilih menjadi juara I Sekolah Sehat se-Banten. Standar penilaiannya terdiri dari 26 poin penilaian, seperti pagar sekolah, sarana air bersih, toilet, tanaman toga, kebun sekolah, warung hidup, wastafel, tempat sampah, ruang kelas, ruang sekretariat, ruang keterampilan, ruang kesenian, dan foto kegiatan sekolah.

“Kekurangannya hanya di jumlah wastafel dan toilet. Jumlah sarana itu perlu ditambah. Nanti tim penilai juga mengajukan pertanyaan lewat lembar questioner ke siswa, guru dan TP UKS yang isinya trias UKS,” tuturnya.

Menurut Isna, semua sekolah bisa seperti SDN III Kota Serang, karena membuat UKS itu tidak mahal. Tergantung dari komitmen antara pemerintah dan sekolahnya, yang penting adalah penerapan Pola Hidup Bersih da Sehat (PHBS) nya dulu.

Ada empat sekolah di Banten yang sudah menerapkan UKS sesuai standar, yakni SD IT Auladi, SD Universitas Terbuka, SD Insan Cendekia, dan TK Penabur.

“Semua sekolah sudah ada UKS nya, tapi rata-rata belum penuhi standar,” jelansya.

Sementara itu, Kepsek SDN III Kota Serang, Salmi mengatakan, persiapan LSS sudah dari setahun yang lalu sejak sekolahnya memenangkan LSS tingkat Provinsi Banten. Namun, ide awal untuk sekolah sehat tidak ditujukan untuk memenangkan lomba, tapi membuat sekolah nyaman sehingga memberi ketenangan pada siswa saat proses KBM berlangsung.

“Pembinaan UKS ini tiga kali dalam seminggu. Pembinaan gabungan dari Puskesmas, BPOM, Dinkes, Dindik dan para wali murid. Anggaran untuk pembinaan UKS diambil dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah, red). Ide awal tercetus saat menghadiri rapat pembinaan tentang sekolah adiwiyata yang memberi tahu dana BOS 20 persennya ditujukan untuk lingkungan,” ujarnya.

Terkait uang pembinaan persiapan Rp20 juta akan digunakan untuk membangun wastafel dan toilet, tambah Salmi, karena kedua sarana itu yang perlu ditambah. Selain itu, dukungan dana didapat dari pengajuan proposal ke bank swasta dan wali murid.

“Jumlahnya tidak banyak tapi cukup membantu. Wali murid mendukung sekolah kami untuk menjadi yang terbaik dalam setiap perlombaan,” tambahnya.

Tim penilai dari pusat akan datang ke sekolah tersebut pada 23 Mei 2016 nanti. (SUF)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment