a
Widget Image
Ustad Solmed / IST

Makin Runcing, Warga Laporkan Solmed ke Polda Metro Jaya

SERANG, BANPOS – Polemik antara Solmed dengan warga Pasauran, Cinangka, Kabupaten Serang memasuki babak baru. Warga yang kecewa membawa kasus tersebut ke jalur hukum dengan melaporkan Solmed ke Polda Metro Jaya pada Selasa (17/5) lalu. Warga melapor didampingi kuasa hukum mereka, Ismail Fahmi.

Laporan dilakukan karena warga tidak ingin polemik itu melebar. Mereka menuntut Solmed meminta maaf kepada warga dan mengembalikan uangnya yang sudah masuk untuk kepentingan warga.

Salah seorang perwakilan warga Pasauran, Iyus mengatakan, pembayarannya kepada Solmed sudah dilakukan sebesar Rp3,5 juta dari total pembayaran senilai Rp7 juta.

Sisa pembayaran rencananya akan dilunasi setelah Solmed memberikan ceramah. Dana pembayaran didapatkan dari kas DKM Masjid Al Munawaroh Desa Pasauran.

“Waktu itu yang melakukan kontak dan melakukan pembayaran adalah Asep Ubaidilah, salah satu warga kami. Asep membayarkan dana tersebut melalui transfer antar bank ke Wenny Anggraini, salah satu orangnya Solmed. Yang menandatangani perjanjian datangnya Solmed adalah Ivan, orangnya Solmed juga. Perjanjian dikirimkan ke emailnya,” ujarnya saat dihubungi BANPOS, Rabu (18/5).

Kalau Solmed merasa dirugikan atas pencemaran nama baik, itu dampak dari perbuatannya yang mengecewakan masyarakat sehingga timbul kericuhan hingga berita yang tidak enak kepada Solmed.

“Kami sebagai panitia dan warga Pasauran memiliki beban moral atas kejadian ini. Intinya mah, panitia ingin Solmed mengaku dan meminta maaf atas kejadian kemarin. Tindak lanjut kami ke jalur hukum yakni Polda Metro Jaya, karena kami tidak ingin perisitwa kemarin melebar kemana-mana,” jelasnya.

Iyus menambahkan, laporannya ditanggapi atau tidak, itu diserahkan ke Polda Metro Jaya. Pihaknya sedang menunggu reaksi Solmed apakah memiliki itikad baik atau masih kekeuh kasus ini dilanjutkan.

Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kota Serang, Jeje Sudrajat juga angkat bicara. Dia menilai apa yang terjadi dengan Solmed adalah sesuatu yang kurang baik. “Kami mengutuk Ustad Solmed yang seperti itu (datang ke lokasi ceramah saat acara sudah bubar).

Saya bisa membayangkan bagaimana kondisi Panitia Isra Mi’raj saat ribuan warga datang namun penceramahnya (Solmed) belum juga datang. Ini jelas tindakan yang kurang terpuji,” kata Jeje yang datang langsung ke Kantor Redaksi BANPOS, kemarin malam. (K1/SUF/IGO/RUL)

Sumber: Suratkabar BANTEN POS

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment