uji kelayakan kendaraan, terminal mandala, dishub lebak, polres lebak

21 Bus AKAP Dilarang Operasi

PANDEGLANG, BANPOS – Hasil pemeriksaan Dishubkominfo Pandeglang kepada Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) milik Perusahaan Otobus (OP), ditemukan 21 bus yang tidak boleh operasi karena tidak lulus uji kelayakan.

Dilarangnya 21 bus tersebut beroperasi disebabkan ada potensi bahaya jika dipaksakan beroperasi.

“Penyebabnya pariatif yah, ada yang kacanya pecah, kondisi ban tidak prima, rem tangan blong, dan lain sebagainya. Prinsipnya yaitu dapat menimbulkan bahaya, itu yang membuat bus tidak lulus tes kelayakan,” kata Kepala UPT PKB Dishubkominfo Pandeglang, Wawan Suwandi kepada BANPOS, Selasa (28/6).

Tidak ada sanksi bagi perusahaan yang memiliki bus tidak lulus tes kelayakan, namun PO wajib memperbaiki bus miliknya sebagaimana rekomendasi petugas, jika ingin busnya beroperasi kembali. Petugas akan melakukan control guna memastikan bus angkutan umum berada dalam kondisi prima.

“Sebagaimana tujuan pengecekan ini, kami intens melakukan kontrol terhadap fisik bus angkutan umum. Tidak hanya di garasi bus milik PO. Trapi di jalanan seperti terminal akan kami lakukan pengecekan,” ujarnya.

Guna memastikan pengecekan dilakukan kepada semua bus yang ada pada PO di Pandeglang, Dishubkominfo akan memaksimalkan operasi di terminal Kadubanen dan Labuan.

Jika dalam operasi ditemukan bus yang masih tidak layak, maka Dishubkominfo tidak segan-segan memerintahkan bus tersebut untuk tiedak beroperasi.

“Akan kami suruh balik lagi kalau di jalan ditemukan bus yang tidak layak. Kami akui karena banyaknya bus yang harus diperiksa, sehingga tiga hari tidak cukup. Maka operasi akan dimaksimalkan di terminal-terminal,” ujarnya.

Dalam kurun waktu tiga hari yaitu Minggu-Selasa (26-28/6), Dishubkominfo sudah memeriksa 72 bus dari jumlah keseluruhan 149 bus. Hasil pemeriksaan 72 bus ada 51 tidak lulus dan 21 lulus tes kelayakan. (YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment