a
Widget Image
Ilustrasi

30 Rumah Di Kecamatan Cikeusik Diterjang Banjir Rob

CIKEUSIK, BANPOS – 30 rumah milik nelayan dan warga lainnya di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, dihantam air pasang rob. Kejadian tersebut menuai rusak parah 6 rumah, rusak sedang 11 dan tiga belas lainnya ringan. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga yang tinggal di lokasi tersebut harus mengungsi sementara karena tempat tinggalnya rusak dihantam rob.

Mufti Ali (40) warga setempat mengatakan, rob terjadi sejak dua hari (7/6) lalu, kejadian tersebut bermula di malam hari saat air pasang, usai surut kembali, ternyata pasang di siang hari masih terjadi rob. Sehingga rumah warga nelayan mayoritas terbuat dari bilik rusak parah. Jika berkelanjutan, 30 rumah tersebut bisa hancur lebur.

“Kejadiannya dua hari lalu, kalau saya lihat ada 30 rumah yang terkena rob. Warga pemilik rumah, sebagian besar nelayan. Mereka terpaksa mengungsi ke desa lain untuk menyelamatkan diri, untungnya sejauh ini tidak ada korban jiwa, tapi perkakas, harta benda warga banyak yang tidak bisa diselamatkan,” kata Ali kepada BANPOS, Kamis (9/6).

Kata Ali, kejadian tersebut selain di desanya, juga terjadi di Malingping. Warga sebelumnya tidak tahu-menahu atau diperingati akan kejadian tersebut. Yang dibutuhkan saat ini oleh warga yaitu pertolongan tempat ngungsi dan makanan.

Saat hendak melakukan konfirmasi berapa jumlah warga yang menjadi korban mengungsi, Kepala Desa Cikiruhwetan, Lukman Hakim mengatakan belum bisa menyampaikan informasi, karena dirinya sedang di rumah sakit menunggu anaknya yang sakit.

Terpisah, Kepala BPBD Pandeglang, Doni Hermawan menanggapi masalah itu, dia mengaku baru diperjalanan saat dikonfirmasi oleh BANPOS, Kamis (9/6) padahal kejadian sejak Selasa (7/6). “Kami sedang diperjalanan menuju lokasi rob di Cikeusik, tim yang berangkat ke lokasi untuk memastikan korban mendapatkan evakuasi selama rob masih ada,” kata Doni melalui telepon.

Sementara ini, kata Doni, BPBD membawa peralatan evakuasi seperti tenda dan lainnya. Sebelumnya Doni mengaku sudah mengingtkan kepada masyarakat dengan memberitahu Camat setempat, agar menyampaikan kepada masyarakat bahwa cuaca tengah ekstem.

“Kewajiban memperingati adalah camat. Memang ini tidak bisa diprediksi, kami sudah komunikasi dengan BMKG, jawaban mereka mengatakan cuaca sedang buruk,” ujarnya.

Ia berjanji akan membantu korban sebagaimana kapasitasnya, sementara tindak lanjut kedepannya akan diurus oleh dinas terkait seperti Dinsosnaker Pandeglang. “Tapi kalau ada masalah kesehatan bagi korban maka ditangani oleh dinas kesehatan, sementara bantuan bencana adanya di dinsos. Proses pengjuannya akan diurus,” katanya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment