a
Widget Image
surat edaran

Agar Perda Rumah Makan Ramadan Kota Serang Tetap Berlaku, Dukung Petisi Ini!

Sebuah petisi mendukung dipertahankannya Perda yang mengatur jam buka rumah makan di Serang muncul di dunia maya. Petisi itu merupakan respon atas desakan pemerintah pusat yang menginginkan perda tersebut direvisi oleh Pemkot Serang seiring kontroversi seorang pemilik Warteg di Kota Serang bernama Saeni yang dirazia Satpol PP Kota Serang karena berjualan di luar jam yang sudah ditetapkan dalam perda.

Petisi itu diunggah dalam akun change.org oleh seorang warga Serang bernama Nuha Uswati pada Selasa (15/6/2016) sore. Petisi ditukukan untuk Walikota Serang, Gubernur Banten, DPD RI, Mendagri dan Presiden RI.

“Saya warga Serang. Bertahun tahun hidup dengan Perda yang mengatur jam buka Rumah Makan selama Ramadan. Tidak pernah melihat atau merasakan ada gejolak apapun. Bukan hanya warung warung nasi kecil. Bukan juga seperti yang diberitakan bahwa Satpol PP hanya berani pada pedagang kecil. Salah besar. Mall mall dan rumah makan besarpun disini menerapkan jam buka sesuai Perda,” tulis Nuha dalam surat petisi yang diunggahnya.

Nuha Iswati melanjutkan, bila pada razia kemarin petugas Satpol PP dinilai tidak simpatik dan menyalahi prosedur dengan menyita makanan, maka silahkan diproses untuk pemberian sanksi atau lainnya. Bila netizen bersimpati kepada Ibu Sainah dan secara sukarela memberi bantuan, sambung Nuha, dapat dipahami dan dipersilakan.

“Tetapi usulan dan wacana (atau rencana?) pencabutan Perda yang dilandaskan tuduhan tuduhan dari pihak luar, seperti intoleran, melanggar hak warga negara, menghalangi penghidupan, SARA, berasal dari mana suara suara itu?” tanyanya.

“Silahkan dicek, mereka bukan dari masyarakat Serang. Jangan tuduh Perda ini SARA. Kami muslim-non muslim sudah biasa hidup berdampingan berabad abad lamanya. Bahkan tempat tempat peribadatan non muslim berdiri tegak, megah ditengah pusat kota Serang dan kami semua baik baik saja,” lanjutnya.

“Perda adalah aspirasi kami. Sama sekali tidak mendasar semua alasan yang dituduhkan untuk pencabutan Perda. Bantu kami, PERTAHANKAN PERDA JAM BUKA RUMAH MAKAN DI SERANG,” pungkas Nuha.

Tak butuh waktu lama, dalam tempo 13 jam sejak dibuat, petisi itu langsung dibanjiri dukungan. Hingga tulisan ini dibuat, petisi sudah ditandatangani oleh 1050 orang.

“Saya mendatangani petisi ini,perda harus tetap berlaku.. #Save Perda kota serang,” kata pendukung petisi bernama Rizky Maulana.

“Mendukung upaya mengagungkan ramadan. Bahkan kita perlu bikin aturan lain terkait upaya itu, berupa diwajibkannya segala perbuatan atau kegiatan yg menumbuhkan atmosfir keagungan ramadhan, seperti tadarus ditoakan di mesjid, hiasan bernuansa islam dan puasa d rumah, kantor, tmpat usaha dan jalan, serta diwajibkannya event2 mengandung nuansa islam dan puasa,” tulis Idham Gofur dalam kolom komentar di petisi itu.(ENK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment