a
Widget Image
PENCEMARAN SUNGAI

Agar Tidak Tercemar, Warga Diminta Jaga Daerah Aliran Sungai

RANGKASBITUNG, BANPOS – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lebak mengimbau warga tidak mengotori daerah aliran sungai (DAS) dengan membuang sampah maupun limbah industri rumah, termasuk buang air besar karena bisa menyebabkan pencemaran lingkungan.

“Jika kondisi sungai dikotori dan digunakan untuk keperluan mandi,cuci dan kakus juga dikonsumsi airnya bisa menimbulkan berbagai penyakit,” kata Kepala Bidang Komunikasi dan Konservasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lebak Iwan Sutikno, Kemarin.

Pemerintah daerah terus berupaya agar kondisi daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Lebak bersih dari kotoran. Bahkan, pihaknya telah memasang papan peringatan larangan membuang sampah membuang ke sungai. Sebab, apabila sungai tersebut dalam kondisi kotor oleh tumpukan sampah maupun limbah industri rumahan tentu dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat menjaga pelestarian DAS agar bersih dan kondisi airnya jernih.

“Kami yakin air sungai jernih dan bersih itu tentu dapat dimanfaatkan oleh MCK dan bisa dikonsumsi,” katanya.

Menurutnya, selama ini, banyak DAS di Kabupaten Lebak dijadikan tempat pembuangan sampah maupun limbah industri sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Apalagi, saat ini memasuki musim penghujan dan bisa menular berbagai penyakit menular.

“Saat ini, kondisi sungai besar di Kabupaten Lebak di Sungai Ciujung, Ciberang, Cidurian, Cisimeut dan Cimadur masih dimanfaatkan oleh warga untuk MCK dan BAB,” katanya.

Ia mengatakan Selama ini tingkat kesadaran masyarakat untuk melestarikan sungai kurang, karena terbukti banyak sampah berserakan hingga menimbulkan bau tidak sedap.

“Kami berharap warga memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan sungai,” Katanya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah menyatakan penggunaan air kotor yang tercemar seperti dari sungai cukup berpotensi menimbulkan penyakit gagal ginjal.

Kebanyakan penderita gagal ginjal itu akibat kebiasaan masyarakat menggunakan air tidak bersih juga tercemar.

Selain itu, juga sanitasi masyarakat buruk, diantaranya BAB di sembarangan tempat, seperti di kebun maupun mengotori daerah aliran sungai (DAS). Kebiasaan buruk seperti itu, tentu berpotensi menimbulkan penyakit gagal ginjal.

“Kami minta warga agar tidak BAB sembarang juga sanitasi yang baik serta menggunakan air bersih,” katanya. (ADE)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment