rehab gedung bpps

Anggaran Proyek Rehab Gedung BPPS Dinilai Terlalu Besar

RANGKASBITUNG, BANPOS – Proyek rehab kantor Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial (BPPS) yang terletak di jalan Siliwangi Pasir Ona, Rangkasbitung, Lebak, saat ini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek senilai Rp7 milyar lebih ini memasang papan informasi proyek di tempat tersmbunyi atau diluar kebiasaan.

Pemerhati Pembangunan dan Masalah Sosial di Lebak, Dendi Adeng mengatakan, jika pemasangan papan informasi proyek yang letaknya susah dilihat menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi, nilai proyek tersebut cukup besar. Selain itu, sambung dia, jika melihat pekerjaan dilokasi proyek, anggaran tersebut terlalu besar.

“Papan proyeknya saja terpasang ditempat tersembunyi, apakah ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak pelaksana. Dengan tujuan agar masyarakat tidak mengetahui nilai anggaran yang sebenarnya, karena jika dilihat dari pisik kegiatan, anggaran tersebut terlalu besar,” kata Dendi, Selasa (14/6/2016).

Ia mengungkapkan, bahwa selama kegiatan pembangunan rehab kantor BPPS, pihak pelaksana atau kontraktor belum pernah sekalipn berada di lokasi kegiatan, mengingat sudah satu pekan dirinya mendatangi lokasi kegiatan. Demikian juga dengan kepala BPPS, Ali Rahman yang selalu tidak ada di ruang kerjanya.

“Baik kepala BPPS dan pihak kontraktor belum pernah keliatan selama kegiatan rehab kantor berjalan, karena sudah berkali kali kita datang kelokasi, sekalipun tidak pernah bertemu dengan mereka,” tukasnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan data yang tertera pada papan informasi proyek, rehab gedung Dinsos Pasir Ona Dua dengan nomor kontrak 640/SPK.05/Perkim/DSP/2016 ini, menelan anggaran sebesar Rp7 miliar lebih yang bersumber dari APBD Provinsi Banten dengan pelaksana kegiatan PT Pilar Cadas Putra. (ADE/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment