a
Widget Image
Ketua Babad Banten, Tubagus Moggi Nurfadhil

Babad Banten Nilai Razia Rumah Makan Tidak Melanggar HAM

SERANG, BANPOS – Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten) akhirnya angkat bicara terkait polemik razia terhadap rumah makan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Serang dan menjadi viral di medos.

Ketua Babad Banten, Tubagus Moggi Nurfadhil menjelaskan, apa yang terjadi di Banten, terutama kasus yang menimpa Saeni, penjual makanan yang dirazai Satpol PP, beberapa waktu lalu, sudah sesuai dengan Perda Kota Serang. Bahkan, menurutnya, norma itu juga diatur dalam perundang-undangan Indonesia.

“Saya anggap peraturan ini bukan hanya Perda di Provinsi Banten, tetapi juga sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dimana negara menjamin warganya bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya,” terangnya kepada bantenpos.co saat ditemui di Kawasan Kesultanan Banten, Minggu (12/6/2016).

Ia menerangkan, bahwa tindakan yang dilakukan Satpol PP Kota Serang tidaklah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), karena pedagang tetap dapat menjalankn usahanya di sore hari menjelang berbuka puasa dan malam hari hingga menjelang saur.

“Tinggal semuanya belajar saling menghormati. Apabila dikatakan melanggar ham, umat Islam juga meski di hargai,” tegasnya.

Sekedar diketahui, tindakan Satpol PP Kota Serang yang merazia warung rumah makan yang tetap berjualan pada siang hari menuai pro kontra dari kalangan netizen. Padahal, Satpol PP hanya berupaya untuk menegakkan Perda sesuai dengan Surat Edaran (SE) Walikota Serang, Tb Haerul Jaman tentang larangan berjualan bagi rumah makan pada siang hari selama bulan Ramadan. (DIK/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment