a
Widget Image
drainase

Drainase Ambrol Disepelekan, Warga kesal Pada Pemerintah Daerah

PAGELARAN, BANPOS – Drainase ambrol di Bamapos, Desa Bama, Kecamatan Bama, Pandeglang, disepelekan. Hal itu dikatakan oleh warga setempat yang heran dan kesal kepada pemerintah Daerah yang tak kunjung memperbaiki kondisi tersebut. Padahal di lokasi itu saat hujan deras tiba menyebabkan genangan air mengganggu aktifitas warga.

Meski dampaknya kerap dirasakan, tapi sudah dua tahun lebih tak kunjung diperbaiki. Bagi warga kondisi tersebut tidak bisa disepelekan, terlebih ruas jalan Bama-Perdana adalah akses masyarakat menuju jalan raya, terutama bagi warga Kecamatan Pagelaran dan Patia.

“Dirasa sepele oleh pemerintah karena hanya bolong saja, tapi kan kita mesti antisipasi toh. Walau bagaimanapun drainase berfungsi sebagai saluran air, tapi kalau ambrol justru menyebabkan genangan air. Dampaknya ya banjir meski tak sampai atap rumah, tapi sampai betis juga kan mengganggu aktifitas,” kata Youma kepada BANPOS di kediamannya, Rabu (15/6).

Youma mengaku tak jarang melihat warga yang tak tahu adanya bolongan ambrol pada drainase tersebut, tanpa disengaja terperosok, bahkan ban mobil dan motor saat parker sering terperosok. Meski tidak pernah menyebabkan korban jiwa, namun ada dampak negative dari pembiaran ambrolnya drainase itu.

“Kapan ini diperbaikinya yah. Kalau bukan musim hujan tidak begitu nampak semrawut. Tapi beda kalau hujan deras tiba, baru kelihatan. Lagi pula jangan pemerintah nunggu dampak lebih buruk,” ujarnya.

Guna menangani tersendatnya drainase itu saat hujan tiba, dia berharap segera ada perbaikan. Sebagaimana harapan warga masalah tersebut ditangani tahun ini.

“Saya harap sih ada perbaikan tahun 2016 ini. Soalnya jika dibiarkan, selain berkaibat banjir. Drainase yang ambrol di Bamapos bisa mengancam keselamatan warga. Jika malam hari bagi yang tidak tahu bisa terperosok,” katanya.

Terpisah, Kades Bama, Rismawan tak membantah jika drainase tersebut belum ditangani. Kata dia, perbaikan drainase di lokasi tersebut sudah diajukan sejak tahun 2015. Namun hingga kini tidak ada sinyal untuk diperbaiki. Bahkan, masalah itu tidak jadoi skala prioritas pembangunan daerah.

“Itu (Drainase) kan di jalan poros kabupaten, jadi kewenangannya ada di pemkab. Sementara ini belum ada informasi akan diperbaiki. Saya bersama warga bersama-sama berharap ada perbaikan,” ujarnya.

Sekala prioritas pembangunan yang Rismawan tahu yaitu, pemkab mendahulukan perbaikan ruas jalan. “Untuk drainase memang belum ada info diperbaiki oleh Pemkab Pandeglang. Tapi ada info pada 2016 ini sekala prioritas masih perbaikan ruas jalannya saja,” pungkasnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment