Gara-gara Saeni, Warga Kota Serang Ancam Referendum

SERANG, BANPOS – Isu pencabutan Perda Pengaturan Rumah Makan di bulan Ramadan makin meruncing. Ketidakpekaan pemerintah pusat dalam menanggapi isu ini membuat sejumlah tokoh di Kota Serang meradang. Mereka menganggap pemerintah pusat tidak menghargai nilai-nilai lokal yang berkembang di Kota Serang.

Reaksi paling keras datang dari salah seorang tokoh masyarakat Kota Serang, Denny Arisandhie. Melalui akun facebooknya, pria yang menjabat Ketua KONI Kota Serang itu mengancam menggerakkan warga Kota Serang untuk menggelar referendum merdeka bila pemerintah mencabut perda Pengaturan Rumah makan di Bulan Ramadan.

“Berani Cabut… Berarti Kami Warga Kota Serang Akan Minta Referendum Merdeka… @ Selama bulan puasa ajah.. Dan di Setiap bulan puasa,” tulis Denny dalam postingan berita yang memuat desakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama yang mendesak Mendagri mencabut Perda terkait Razia Warteg.

Status Facebook yang diposting pria yang juga dikenal sebagai ketua perguruan pencak silat, Macan Guling, itu pun mendapat dukungan dari sejumlah warga Kota Serang. Dalam kolom komentar sejumlah warga bahkan menyatakan siap berperang untuk menegakkan perda tersebut.

“Merdeka saja bang…sy dukung,” komentar pemilik akun Facebook Ramon Bayu.

“Yu ah perang geh siaapppp…,” timpal pengguna akun Facebook Dede Kertajaya.(ENK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment