a
Widget Image
ulp, unit layanan lelang

Hipmi Ragukan Profesionalitas ULP Pandeglang

PANDEGLANG, BANPOS – Himpunan Pengusasa Muda Indoneia (Hipmi) Pandeglang mempertanyakan profesionalitas Unit Lelang dan Pengadaan (ULP) Pemkab Pandelang. Pasalnya, ULP terkesan tidak mampu melaksanakan proses pengadaan secara massif, konsisten dan terukur.

Kepala Bidang Organisasi dan Hukum Hipmi Pandeglang, Ahmad Toni memaparkan, jika pembangunan yang dilakukan Pemkab Pandeglang lambat. Menurutnya, hal ini disebabkan dari lambatnya lelang proyek yang dilakukan ULP. Apabila kondisi ini tidak segera di tangani, maka kesan miring terkait adanya pihak-pihak tertentu yang menekan ULP terbukti.

“Jangan kita tertinggal terus oleh kabupaten kota lain. Kami berharap Pemkab segera mempercepat realisasi proyek. Lihat Lebak yang tengah gencar melaksanakan pembangunan di lapangan,” katanya, Selasa (14/6/2016).

Sementara itu, Dirut CV Badak Cikal Utama, Ilma Fatwa mengatakan, bahwa ada beberapa cara untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di Pandeglang. Pertama, proses perencanaan yang di lakukan oleh dinas harus benar-benar dilakukan secara masif dan konsisten, serta memiliki tolak ukur dan sasaran yang jelas.

“Kedua, proses lelang juga harus mengedapankan kaidah dan aturan. Kemudian mengedapankan perhitungan kualitas. Pihak, ULP harus bertindak profesional tanpa ada tekanan dari pihak manapun,” urainya.

Ia menghimbau, supaya pihak ULP untuk tidak bermain dalam proses pengadaan. Sebab, masalah proyek di Pandeglang menjadi sorotan publik dan penegak hukum.

“Mulanya karena isu dugaan monopoli monopoli proyek PL. Sehingga sekarang, bila ULP saja sudah bertindak tidak profesional bukan tidak mungkin ULP yang akan jadi pintu masuk bagi penegak hukum,” tukasnya. (YOG/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment