DI BALIK JERUJI

Ini Awal Mula Sutadi Terjerat Kasus Korupsi Proyek Jembatan Kedaung

SERANG, BANPOS – Kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Kedaung tahun 2012 senilai Rp23,42 miliar yang menjerat dua tersangka mantan Kepala DBMTR Provinsi Banten Sutadi dan Direktur PT Alam Baru Jaya (ABJ) M. Kholis, bermula dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Banten tentang penggunaan dana APBD Provinsi Banten 2013.

Dalam LHP BPK, ada ketidaksesuaian pembayaran baja pelengkung senilai Rp13 miliar dalam pembangunan proyek Jembatan Kedaung. Setelah diusut, penyidik tidak menemukan baja pelengkung itu terpasang pada konstruksi Jembatan Kedaung di Kota Tangerang.

Padahal, DBMTR Provinsi Banten telah membayar pekerjaan PT ABJ sebesar 100 persen. Untuk menguatkan dugaannya, Subdit III Tipikor meminta bantuan ahli konstruksi dari Unibraw untuk audit fisik Jembatan Kedaung. Hasilnya, kontruksi bangunan tidak sesuai spesifikasi.

Perkiraan awal, kerugian keuangan negara akibat pengerjaan proyek itu bertambah menjadi Rp16 miliar.

Atas temuan tersebut Penyidik menetapkan tersangka terhadap Sutadi dan Kholis pada Jumat 12 September 2014. Selang seminggu penyidik Subdit III Tipikor juga melakukan penggeledahan.

September 2014 lalu, dari dua kantor DBMTR Provinsi Banten di Kota Serang, Jalan Bhayangkara dan Jalan KH Abdul Fatah Hasan, penyidik menyita dokumen asli pengawasan proyek, harga perkiraan sementara (HPS), surat perintah membayar (SPM), surat perintah pencairan dana (SP2D), dan dua unit CPU.

Kemudian, dari kediaman tersangka Sutadi di Lingkungan Jagarayu, Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, penyidik menyita sertifikat tanah. Saat ini, tersangka Sutadi menjabat Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Banten.

Kasus ini sempat mangkrak lebih dari setahun lantaran hasil audit kerugian negara dari BPK tak kunjung turun hingga pertengahan Juni 2015 lalu.

Sebelum ditahan, Senin 6 Juni 2016 kemarin Sutadi dan Kholis sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Bidokes Polda Banten, hasilnya Sutadi mengalami darah tinggi. Namun dari hasil kesehatan tersebut tidak menyurutkan Tim Penyidik guna melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan.

Diketahui, keduanya ditahan usai menjalani proses pelimpahan tahap II di Kejari Serang, Kamis (9/6), dan resmi menjadi penghuni rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Serang. (NED/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment