sate bandeng khas banten

Ini Dia, Makanan Kesultanan Banten yang Diminati Selama Bulan Ramadan

SERANG, BANPOS – Makanan istimewa khusus untuk keluarga raja atau sultan di jaman Kesultanan Banten, menjadi makanan favorite masyarakat Banten dan menjadi oleh-oleh di bulan ramadan hingga menjelang hari raya idul fitri.

Sate Bandeng merupakanan makanan istimewa dan hanya boleh di sajikan untuk para Sultan dan tamu Kesultanan Banten di zaman dahulu. Namun kini, makanan yang terbuat dari ikan bandeng itu bisa disajikan kapan saja dan menjadi salah satu menu favorit warga Banten untuk sahur maupun buka puasa di bulan Ramadhan.

“Makanan keluarga Sultan Banten ini sangat di minati warga banten, terutama di bulan puasa ini. Memang ini banyak yang pesen rata rata untuk kebutuhan Sahur dan berbuka di bulan puasa ini,” kata Midah Dahmalia, salah satu pemilik usaha Sate Bandeng di Kota Serang, Banten, Jum’at (17/06/2016).

sate bandeng

Proses pembakaran sate Bandeng

Cara pembuatan Sate Bandeng memang gampang-gampang susah. Dimana, daging ikan bandeng terlebih dahulu dikeluarkan tanpa merusak kulit ikan, kemudian durinya dibersihkan. Kemudian daging ikan bandeng pilihan itu diblender bersama campuran bumbu seperti cabai, bawang dan bahan dapur lainnya. Setelah itu, di masukkan kembali kembali ke dalam kulit ikan. Setelah itu, ikan bandeng dijepit menggunakan bambu yang telah disiapkan.

“Setelah siap semuanya, ikan bandeng pun dibakar di atas bara api hingga matang dan siap disajikan dalam kondisi hangat,” Pungkasnya

Sate Bandeng yang kini menjadi makanan khas Banten yang wajib dibeli setiap wisatawan yang berkunjung ke banten tersebut, dapat bertahan selama empat hari tanpa bahan pengawet dan untuk rasa sudah tidak diragukan lagi, terlebih kendati bandeng dikenal memiliki tulang yang banyak, namun penikmat sate bandeng tidak perlu mengkhawatirkan hal terseut karena sate bandeng telah digiling sehingga tidak akan ada duri yang mengganggu. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment