a
Widget Image
Seorang polisi memeriksa surat-surat kendaraan bermotor dalam Razia yang digelar Samsat Rangkasbitung. Razia merupakan salah satu upaya DPPKD Bantenmeningkatkan pendapatan daerah.

Ini Dia, Upaya DPPKD Banten Tingkatkan PAD

SERANG, BANPOS – Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Provinsi Banten terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah. Selain demi menciptakan kondisi masyarakat yang sadar pajak, upaya itu dilakukan untuk terus meningkatkan kemandirian Banten dalam membiayai berbagai program pembangunan.

“Upaya kami untuk meningkatkan PAD dari sektor pajak ini diantaranya menerbitkan Pergub tentang pembebasan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor bagi kendaraan mutasi masuk dari luar daerah atas nama perusahaan atau badan usaha,” kata Kepala DPPKD Provinsi Banten, Nandy S Mulya, baru-baru ini.

Menurutnya, upaya itu dilakukan agar para pemilik kendaraan bermotor dari luar daerah mau merubah tanda nomor kendaraannya menjadi masuk ke daerah Banten. Dengan demikian, pada proses pembayaran pajak selanjutnya, si pemilik kendaraan akan melakukan pembayaran pajak di Provinsi Banten.

“Dengan begitu kita menjaring wajib pajak baru sehingga meningkatkan pendapatan daerah,” kata Nandy.

Selain upaya tadi, kata Nandy, DPPKD Banten juga telah melakukan peningkatan kerja sama dengan pihak-pihak lain yang dinilai dapat meningkatkan daerah. Kerjasama yang dijalin antara lain dengan Kepolisiaan, PT Jasa Raharja dan Bank BJB.

“Kerja sama itu dalam peningkatan pelayanan, pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya kepada wajib pajak. Sehingga kesadaran masyarakat untuk membayarkan pajaknya juga kami harapkan semakin tinggi,” jelasnya.

Nandy juga mengungkapkan, saat ini DPPKD Banten juga sedang membuat program E-Samsat untuk memudahkan masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Nanti juga ada Samsat Kalong (Samlong), Samsat Motor Keliling (Samtorling) dan banyak lagi pelayanan lainnya,” katanya.

Adapun capaian target realisasi pajak daerah sampai dengan Mei 2016 untuk PKB tercapai Rp730 miliar atau sebesar 43,04 persen dari target, BBNKB tercapai Rp780 miliar atau 40,17 persen, pajak air permukaan sebesar Rp13 milyar atau 40,24 persen dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor mencapai Rp316 miliar.(ADV)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment