jembatan Cijango

Jembatan Cijango Urung Diperbaiki

PANDEGLANG, BANPOS – Hingga saat ini jembatan Cijango belum diganti permanen paska ambruk tahun 2015. Jembatan itu menghubungkan Desa Sukadame dan Desa Bulagor Kecamatan Pagelaran, saat ini jembatan menggunakan material kayu.

Positifnya, jembatan itu diperbaiki warga secara gotongroyong dengan menggunakan material seadanya. Sampai sekarang belum pernah diperbaiki oleh Pemkab Pandeglang, sehingga truk dengan muatan berat dilarang melalui jembatan itu karena dikhawatirkan ambruk.

“Kami sudah dua kali memperbaiki jembatan ini. Pertama diperbaiki saat ambruk tahun 2015, sedangkan perbaikan kedua dilakukan baru-baru ini dengan cara gotong royong. Masalahnya jembatan hanya bisa kami perbaiki dengan bahan material seadanya, kayu-kayu aja yang menopang kekuatan jembatan,” kata Asep Seblon di Jembatan Cijango itu, Kamis (16/6)

Asep berharap, Pemkab Pandeglang tahun ini dikepemimpinan Bupati Irna Narulita bisa melakukan perbaikan Jembatan itu.

“Kami harap, Bupati sekarang ini (Irna Narulita-red) dapat merealisasikan pembanguan Jembatan Cijango yang udah lama ambruk sejak tahun lalu. Sebab, walau pun di perbaiki oleh kami dengan material kayu tidak akan bertahan lama dan tidak akan kuat menahan beban mobil saat melintas,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Bulagor, Jaenudin mengatakan pihkanya sudah mengupayakan adanya pembangunan jembatan di lokasi tersebut. Bahkan beberapa hari setelah ambruk, dia mengaku langsung membuat pengajuan kepada pemkab.

“Kalau diajukan sudah, ya itu kan jalan kabupaten. Jadi yang ngerjainnya pihak kabupaten pandeglang,” ujarnya.

Selain sudah mengajukan, dia mengatakan jembatan Cijango pernah disurvey oleh pemkab dari DBMSDA Pandeglang. Namun paska dilihat sampai sekarang belum ada konfirmasi kembali, atau ada tanda-tanda akan dibangun.

“Kami harap sebagai masyarakat ada perbaikan. Masalahnya ini kan jembatan penghubung dari dua desa. Aktifitas benar-benar terganggu tanpa jembatan ini. Contohnya itu, mobil bermuatan barang ngeri kalau jalan situ,” pungkasnya. (YOGI)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment