a
Widget Image
Ilustrasi

Keluarga ‘Kekeuh’, Rini Dibunuh Bukan Akibat Kecelakaan

CIKEUSIK, BANPOS – Keluarga korban kecelakaan kekeuh jika saudaranya meninggal bukan karena jatuh dari motor, namun menduga ada yang ganjil dari kematian saudaranya itu. Padahal, Rini Anggraeni (18) alumni SMKN 5 Pandeglang yang baru saja lulus, diketahui oleh keluarganya meninggal dua minggu lalu.

“Kami masih menyisakan pertanyaan atas meninggalnya saudara kami, sementara upaya laporan ke Polsek Cikeusik tak kunjung diakomodir. Justru pihak kepolisian selalu meminta kami mengaku meninggalnya Rini karena kecelakaan,” kata Eka Hermawanto, saudara korban kepada BANPOS, Kamis (9/6).

Korban merupakan warga Kecamatan Cikeusik, sementara meninggalnya Rini diduga berlatar belakang asmara. Bahkan, kata Eka, Rini meninggal di kediaman pacarnya yang telah beristri dan memiliki satu anak. Hal itu juga yang membuat pertanyaan besar bagi keluarga korban.

“Memang ada ikatan pacaran antara Rini dengan EY, sebelum meninggalnya korban, banyak yang menyampaikan jika Rini pergi keluar bersama teman perempuannya, kemudian ketemuan dengan EY, dari situ mulanya,” kata Eka.

Eka tidak mengetahui jelas peristiwa tersebut, namun berdasarkan info yang dia himpun mendapatkan dugaan jika meninggalnya Rini tidak mungkin seperti yang diceritakan EY, yaitu dengan cara loncat dari motor saat dibonceng.

“Kejadiannya tanggal 23 Mei dini hari. Sedangkan keluarga mengetahui korban meninggal di rumah EY, yang mana menurut pengakuan EY, korban sempat keluar berdua boncengan di malam hari tnggal tersebut,” katnya.

Hasil penyidikan Polsek Cikeusik menurut Eka tidak mendalam, tidak mungkin kata Eka, jatuh dar motor menjadikan mata dan bibir korban jontor dan memar. Selama ini dia juga mengaku berupaya mengambil tindakan seperti permohonan visum dan pelaporan kepada Polsek.

“Beberapa waktu lalu saya ditelepon oleh Kanit Reskrim Polsek Cikeusik, katanya berkasnya di polres. Dan ditangani oleh Satlantas Polres Pandeglang, saya dari situ berupaya agar ada keadilan, oleh karena itu saya akan terus berupaya meminta pihak kepolisian memeriksa kembali EY,” katanya.

Terpisah, Kanit Laka Lantas Ipda Cardi membenarkan ada laporan laka dari Polsek Cikeusik, atas meninggalnya Rini, pihaknya mengaku sedang melakukan proses lebih lanjut. Artinya, kata Cardi, belum ada keputusan apakah perkara tersebut laka lantas atau tindakan kriminal.

“Berkas yang diterima Polres dari Polsek Cikeusik merupakan hasil penyidikan, sudah pasti kami tangani dan kami tindaklanjuti. Namun jika ada versi lain maka dilahkan melakukan sesuai dengan prosedur seperti pelaporan,” kata Ipda Cardi.

Prosedur yang dimaksud, lanjut Cardi, versi lain itu harus dibuktikan dengan keterangn dan bukti yang cukup. Sehingga pihak kepolisian bisa meyakini jika laporannya benar.

“Makanya kami proses dulu di Polres, kemudian didalami di Polres, siapa tau ada versi lain yang membawa bukti kuat, maka bisa saja berubah kan,” ujarnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment