a
Widget Image
AMPAR

Mahasiswa Anggap Pemerintah Mengekang Ekspresi Rakyat

SERANG, BANPOS – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPAR) menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati hari kesaktian pancasila, didepan kampus UNTIRTA Serang. Dalam aksinya mereka menganggap pemerintah seakan membiarkan pengekangan terhadap ekspresi rakyat.

Seperti yang diungkapakan Humas Aksi, Jonah mengungkapkan, wujud pengekangan itu, berupa pelarangan acara diskusi dan pemutaran film di beberapa daerah.

“Demokrasi yang tidak menjunjung tinggi nilai persatuan dengan membatasi setiap aktivitas masyarakat yang ingin menuntut hak-hak rakyat dan upaya menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, ketika itu harus dihalangi menggunakan kepolisian agar kekuasaan tetap aman dan langgeng tidak ada yang mengganggu,” kata Humas aksi, Jonah Silas, Rabu (1/6/2016).

Ditambahkan Jonah, pemerintah saat ini tidak menjadikan Pancasila sebagai landasan mewujudkan kehidupan rakyat yang bermartabat sesuai amanat Pancasila.

“Pancasila saat ini bukan dijadikan landasan mewujudkan kehidupan rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan yang adil beradab, berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, mahasiswa menilai demokrasi yang saat ini dicita-citakan oleh pemerintahan adalah demokrasi yang hanya sebatas pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan negara. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment