a
Widget Image
Ilustrasi

Mahasiswa Kritik Sistem Informasi Buatan Pemkab

PANDEGLANG, BANPOS – Aplikasi informasi publik yang bisa di download oleh masyarakat mendapat kritik dari mahasiswa jurusan komputer UNMA Banten. Pasalnya, dalam aplikasi permohonan informasi data tidak ada kolom untuk mencantumkan instansi yang dituju.

“Sesungguhnya kami apresiasi inovasi pemerintah, namun setahu saya aplikasi ini sudah lama ada, tapi tak kunjung da perbaikan. Aplikasi permohonan informasi milik pemerintah kabupaten Pandeglang masih membingungkn masyarakat saat melakukan permohonan data atau informasi publik,” kata Fauzi Ahmad, Kamis (22/6).

Kata Fauzi, masyarakat bisa membuka aplikasi bernama SIP PPID setelah melakukan download di playstore atau googleplay. Setelah dibuka aplikasi tersebut ada fitur permohonan untuk memohon data atau informasi.

“Nah di dalam fitur permohonan itu ada formulir permohonan yang menyediakan isian secara online. Mesin akan meminta kita wajib mengisi identitas seperti nama, alamat, nomor KTP, telepon, email, alasan memohon data,” ujarnya.

Selain itu pemohon diminta pilihan cara memperoleh informasi, apakah ingin langsung atau dikirim lewat pos. Pemohon juga bisa memilih format apa yang diingnkan, cetak atau softfile, serta apa informasi yang dibutuhkan.

“Seharusnya ada kolom untuk pemohon yang enyebutkan, dokumen apa yang dmnta si pemohon, dan instansi apa yang n dituju oleh pemohon tersebut. Memang ada pertanyaan apa informasi yang dibutuhkan, tapi bentuknya pilihan yang sudah ditentukan, kita tinggal menjawab berkala, serta merta, atau setiap saat,” ujarnya.

Menurut Fauzi, pemohon bingung bagmana menyampaikan apa informasi yang ngin diperoleh, dan kepada siapa ditujukannya. Kata dia, aplikasi tersebut dikelola oleh Dishubkominfo Pandeglang, maka informasi tertentu kadang harus diperoleh dari oinstansi yang sesuai.

“Misal saya mau data petani di pandeglang tanam apa aja, kan ditujukannya harus ke dinas pertanian atau BPS. Dalam aplikasi tidak ada kolom tujuan pemohon,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Kominfo Dishubkominfo Pandeglang Tubagus Nandar Suptandar mengatakan terimakasih jika ada saran. Kata dia Dishubkominfo juga melakukan perbaikan fitur karena ada masukan dari pengguna. Saat ini menurut dia sangat mudah menyampaikan aduan kepada Pemkab Pandeglang bahkan bisa melalui SMS.

“Kami akui, kami butuh masukan dari masyarakat untuk perbaikan. Insyallah akan ditindaklanjuti masukan seperti keluhan tersebut. kami juga berharap masyarakat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat lainnya untuk menggunakan sisten informasi publik saat membuituhkan,” ujarnya.

Pemerintah berharap, masyarakat yang tahu fungsi aplikasi informasi publik hendaknya menularkan pengetahuannya kepada yang lain. Misal, kata dia, memberi pengetahuan bahwa Elektronik Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi Daerah (E-SIMPUL PPID) adalah Sistem Informasi Publik.

Di samping itu Nandar menerangkan, Pejabat pengelola Informasi dan Dokumentasi biasa disebut sebagai e-public. Sistem tersebut merupakan aplikasi pengelolaan dan pelayanan informasi untuk PPID yang dikembangkan sesuai Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“E-SIMPUL dirancang dengan platform hybrid – offline dan online yang terintegrasi antara PPID Utama dan PPID Pembantu dalam sebuah entitas Badan Publik. E-SIMPUL PPID itu dikembangkan oleh Dishubkominfo Pandeglang dirancang dalam bentuk aplikasi Android. Tersedia juga versi websitenya yang beralamat di http://ppid.pandeglangkab.go.id,” katanya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment