a
Widget Image
pendapatan asli daerah

Nah lho.. Rp993 Juta PAD Banten Menguap

SERANG, BANPOS – Pemprov Banten kehilangan penerimaan atas pajak kendaraan bermotor tahun anggaran 2015 sebesar Rp993,971 juta. Temuan tersebut terungkap dalam LHP BPK nomor 10c yang diserahkan ke DPRD Banten pada akhir Mei lalu.

Dalam LHP BPK nomor 10c/LHP/XVIII.SRG/05/2016 atas LKPD Banten tahun 2015 terkait dengan kepatuhan peraturan perundang-undangan disebutkan, temuan penerimaan pajak kendaraan bermotor terdapat di 11 Samsat pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Banten.

Secara rinci, BPK menemukan kekurangan penerimaan pajak kendaraan sebesar Rp993,971 juta yang bersumber dari 11 Samsat DPPKD, yakni UPT Samsat Serpong Rp143,415 juta, Serang Rp54,628 juta, Pandeglang Rp45,276 juta, Malingping Rp13,844 juta, Lebak Rp23,927 juta, Ciputat Rp179,046 juta, Cilegon Rp23,439 juta, Ciledug Rp94,236 juta, Cikokol Rp113,406 juta, Cikande Rp50, 270 juta, dan Balaraja Rp238, 582 juta.

“Atas penetapa pajak kurang bayar, WDP yang belum melakukan daftar ulang maupun terhadap wajib pajak yang telah daftar ulang dan belum membayar pajak setelah vetak notice, DPPKD belum pernah menerbitkan surat tagihan pajak daerah atau STPD, dan kondisi ini tidak sesuai dengan Peda Nomor 1 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, dan sejumlah peraturan Gubernur,” demikian kutipan dalam LHP BPK tersebut.

BPK merekomendasikan agar menetapkan surat ketetapan PKB kurang bayar dan menagih ke wajib pajak, bersama Kepala Bidang Pendapatan mengelola database NJKB sevara benar dan bersama Kepala UPT melaksanakan penejapan pajak secara benar.

Kabid Pendapatan pada DPPKD Banten, A Yani saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan BPK tersebut. Namun menurutnya, temuan tersebut adalah kekurangan penerimaan pajak tahun 2011 sampai 2014.

“Kami akan tindaklanjuti temuan itu, dan kami sudah berkoordinasi dengan seluruh Kepala Samsat agar kekurangan penerimaan itu ditagihkan kembali kepada wajib pajak,” jelasnya.

Uang tersebut, sambung dia, akan ditagihkan kepada wajib pajak pada saat pembayaran pajak tahun berikutnya. (RUS/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment