a
Widget Image
unjuk rasa mahasiswa Bina Bangsa Serang

Pasca Aksi Pembakaran Kalender Calon Gubernur, Presma Bina Bangsa Mengaku Diancam Timses

SERANG, BANPOS – Pembakaran kalender bergambar Bakal Calon Gubernur Banten Andika Hazrumy (AH) dalam aksi unjuk rasa di Kampus STIE Bina Bangsa berbuntut panjang. Pasalnya, Presma STIE Bina Bangsa Saripudin mengaku diancam oleh seseorang yang mengaku timses AH.

Seorang timses itu menuntut kepada pengunjuk rasa untuk meminta maaf dan akan memproses peristiwa tersebut jika tidak memenuhi tuntutan oknum timses tersebut. Hal ini diungkapkan Saripudin kepada wartawan Jumat (3/6/2016).

“Orang itu datang ke kampus sekitar 20 menit setelah aksi dan mencari saya. Dia menuntut saya meminta maaf dan mengancam akan memproses kasus tersebut ke ranah hukum,” ujar Saripudin.

Meski begitu, Saripudin mengaku tak menghiraukan ancaman tersebut dan akan terus melakukan bersih-bersih kampus dari hal yang berbau politik. Bahkan menurutnya yang dilakukan teman mahasiswa sesuai dengan asas demokrasi.

Selain itu pihaknya hanya berniat menegakkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu, yang melarang tempat ibadah, kantor pemerintahan dan lembaga pendidikan dijadikan tempat berpolitik.

“Kami tidak gentar. Kami bahkan akan mengajak seluruh mahasiswa se-Banten untuk kembali melawan, karena orang itu telah melakukan Intimidasi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Bina Bangsa menggelar aksi penolakan terhadap aktivitas politik diaera kampus, Rabu (1/6) di Area Kampus mereka.

Aksi ini merupakan buntut adanya pembagian sejumlah benda yang diduga alat peraga kampanye yang disebarkan saat kedatangan bakal calon Gubernur Banten Andika Hazrumi Sabtu (28/5) lalu dalam agenda kunjungan acara Festival Kampus STIE Bina Bangsa Kota Serang.(NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment