a
Widget Image
Perbaiki Jembatan

Pemkab Tutup Mata, Warga Gorojog Swadaya Perbaiki Jembatan

KALANGANYAR, BANPOS – Jembatan gorong-gorong yang terletak di Kampung Gorojog, Desa Pasir Kupa Kecamatan Kalanganyar amblas beberapa waktu lalu.

Hal itu diakibatkan karena tidak kuatnya menahan beban kendaraan besar yang kerap melintas dijalan tersebut. Bahkan sudah setahun lebih jembatan tersebut dibiarkan amblas xan tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Karena belum kunjung diperbaikan atau perhatian dari pemerintah kabupaten ataupun desa. Masyarakat Kampung Gorojog RW 06 memutuskan untuk membangun secara swadaya, sebab jembatan tersebut saat ini sudah total tidak bisa dilalui kendaraan.

“kita bangun secara swadaya sebab sudah beberapakali mengajukan permohonan perbaikan juga tidak ada realisasi,” kata Suhebi ketua RW 06 Kampung Gorojog, Kecamatan Kalanganyar, Rabu (1/6/2016).

Menurutnya, hasil swadaya terkumpul dana sebesar Rp6 juta, jelas untuk membangun jembatan tersebut dengan anggaran sebesar itu tidak akan cukup.

“Kita bingung mau memperbaikinya, sebab hanya ada anggaran Rp6 juta, sedangkan untuk membangun kembali secara utuh jelas membutuhkan dana yang besar, sedangkan meminta permohonan ke desa hanya bisa memberikan semen sebanyak 20 sak saja. Untuk membangun jembatan ini setelah kami hitung – hitung dana yang dibutuhkan sekitar Rp15 jutaan,” ungkapnya.

Suhaebi mengaku, sudah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan ke pihak desa, namun pihak desa mengaku tidak memiliki anggaran.

Bahkan setahun lalu, sambung Suhaebih awal ambruknya jembatan tersebut sempat wakil ketua DPRD dari Demokrat dan kepala BPBD Kabupaten Lebak meninjau jembatan ini, tapi kesanya tak memperjuangkan kesulitan masyarakat.

Buktinya, hingga saat ini jembatan gorojog ini tak kunjung di perbaiki oleh pemerintah daerah.

“Udah berapa kali mengajukan, tapi desa mengaku tidak ada anggaran, kami bingung apakah jembatan ini akan dibiarkan tidak bisa dilalui? Sedangkan ini jalan aktif penghubung Desa Pasir Kupa, Cilangkap, Kalanganyar dan Karyajaya, Cimarga,” Katanya.

Sementara itu Kepala desa Pasir Kupa, Zaenal Abidin mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk masalah jembatan tersebut. Sebab tidak termasuk kedalam RKP anggaran tahun ini.

“Desa pasrah saja, mau gimana lagi? Menggunakan dana ADD tidak mungkin sebab tidak tercantum di RKP,” kata Zaenal Abdidin ketika ditemui di ruang kerjanya.

Ia mengaku, permasalahan jembatan tidak lah termasuk kedalam kategori mendesak yang harus menggunakan dana ADD, sebab desa Pasir Kupa peruntukannya adalah peningkatan sarana lingkungan bukan infrastruktur.

“Masa iya kita harus merubah RKP? Kita melawan hukum dong, perbaikan jembatan tersebut tidak termasuk kedalam kategori mendesak,” Katanya.

“Jadi kita menunggu donatur saja yang mau memberi dan memperbaiki,”sambungnya. (ADE)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment