a
Widget Image
Guru Honorer

Pendapatan Rp350.000 Per Bulan, Guru Honorer Mengeluh Hadapi Lebaran

PANDEGLANG, BANPOS – Rudianto (33), guru honorer di SMPN 2 Sindangresmi mengutarakan keluhnya. Pasalnya, jelang lebaran ini tidak ada pendapatan selain honor dari mengajar. Sementara honor yang dia peroleh setiap bulannya hanya Rp350.000, sehingga menghadapi lebaran kali ini cukup cetar-cetir.

Sebelumnya, usaha sampingan yang dia jalani yaitu jual beli kodok, sementara ini menjelang musim kemarau, kodok sulit diperoleh. Saat ditemui BANPOS, pria yang biasa disapa Rudi ini mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut, lantaran menyadari sebagai orang kecil.

“Agaknya pusing kepala menjelang lebaran, dengan honor Rp350 ribu harus beli segala kebutuhan lebaran. Tapi mau gimana lagi, tak bisa berbuat apa-apa,” kata Rudianto, Kamis (9/6).

Menurut Rudi, menjadi guru honorer cukup berat, terutama honorer yang bernasib seperti Rudi karena masih TKS. Hal itu kata dia cukup berat, karena tidak ada kebijakan lain selain memperoleh honor dari dana BOS. “Bahkan tidak ada THR menjelang lebaran,” katanya, namun tidak berharap ada THR dari sekolah.

Berbeda dengan guru PNS, nasib baik datang bagi mereka yang memiliki tunjangan sertifikasi. Karena sejak beberapa hari lalu sudah bisa mencairkan tunjangan sertifikasi, sehingga tunjangan tersebut dikatakan sangat membantu mengurangi beban guru PNS selama ramadhan.

Diakui Kasi P2TK Disdikbud Pandeglang, Mu’min Sueb, uang tunjangan sertifikasi guru di Pandeglang sudah bisa dicairkan. Uang sertifikasi tersebut untuk guru PNS bersertifikasi di Pandeglang.

“Dibayar per tiga bulan. Tahun ini saja sudah dua kali pencairan, artinya per enam bulan ini sudah berjalan dengan baik karena terlaksana dua kali pembayaran. Bagi penerima tunjangan sudah tidak tabu lagi, ketika mereka mendapat informasi tunjangan tersebut sudah cair, tanpa diperintahkan guru PNS mencairkan dana itu,” kata Mu’min.

Pencairan uang tunjangan sertifikasi guru ini untuk triwulan kedua, jika data dan SK guru sertifikasi ini sudah masuk semua, maka bulan Juli nanti akan pencairan lagi untuk triwulan ketiga.

“Tiga bulan sekali cairnya. Per bulannya masing-masing guru beda tergantung gaji pokoknya. Misalnya gaji pokoknya 4 juta kali 12 bulan potong PPh dan PPn maka bisa dapat sekitar Rp 48 juta per tahun. Per tiga bulannya bisa Rp 11 juta atau Rp 12 juta,” kata dia.

Terpisah, Surdi Efendi Guru SDN Pasirlancar 3 membenarkan dana sertifikasi sudah bisa dicairkan, sebagaimana dia mencairkan dana tersebut dua hari yang lalu. “Benar, tunjangan sertifikasi sudah bisa diambil oleh penerima,” pungkasnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment