Ilustrasi

Penderita TBC Bisa Berobat Gratis

SINDANGRESMI, BANPOS – Kepala Puskesmas Kecamatan Sindangresmi, Encep Hermawan menghimbau kepada masyarakat untuk peduli terhadap penderita penyakit Tuberculosis (TBC).

Selama 2016 setidaknya ditemukan tujuh orang penderita penyakit tersebut, bahkan Encep mengaku menemukan di salah satu perkampungan di Sindangremi, terindikasi TBC namun baru melakukan pengobatan setelah didatangi pihak puskesmas.

“Pemerintah memiliki program pengobatan gratis bagi penderita TBC, jadi kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan program tersebut. Bukan hanya lumayan bisa memanfaatkan, namun penyakit TBC sangat berbahaya dan menular jika dibiarkan,” kata Encep.

Indikasi penderita TBC, jika batuk dengan dahak dengan waktu yang lama. Penyebabnya adalah kuman yang bersarang di paru-paru, jika dibiarkan lebih lama, kuman bisa berkembang biak dan menyebabkan peradangan terhadap paru-paru.

Encep mengatakan, harga obat TBC bisa mencapai Rp250.000 jika harus membeli diluar puskesmas, harga tersebut untuk 10 butir obat saja. Sementara di puskesmas bisa diperoleh dengan gratis asalkan penderita mau datang.

“Silahkan saja datang ke puskesmas, kami akan melakukan pemeriksaan. Jika benar ada indikasi terkena TBC maka pasien akan diberikan perawatan dan pengobatan,” ujarnya.

Kelemahan puskesmas yaitu, tidak memiliki alat lengkap untuk memastikan pasien menderita TBC atau tidak, diantara alat yang dibutuhkan yaitu alat ronsen.

Sehingga pasien harus datang terlebih dahulu ke klinik atau rumah sakit untuk melakukan sendiri ronsen, Setelah ada hasilnya akan ditindaklanjuti oleh puskesmas.

“Ngerinya, penyakit ini kan menular. Jika satu orang saja dalam satu keluarga terkena TBC, dampak kepada keluarga yang tinggal bersamanya sangat besar. Kami mendorong warga datang ke puskesmas melakukan pengobatan, namun kami akui ada keterbatasan alat untuk memeriksa dan memastikan penyakit,” ujarnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment