a
Widget Image
pengalaman berpuasa di jepang

Penuh Toleransi dan Saling Menghargai Saat Menjalani Puasa di Jepang

ISHIKAWA, BANPOS – Teguh Budi Prayitno, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menjalani Pendidikan strata 3 (S3) di Jepang, mengaku memiliki banyak perbedaan ketika berpuasa di jepang namun dengan budaya masyarakat jepang yang ramah, toleransi dan saling menghargai sesama umat di Jepang sangat tinggi.

Teguh Budi Prayitno yang baru satu tahun menjalani pendidikannya di negeri sakura tersebut mengatakan ramadan tahun 2016 ini menjadi kali pertamanya menjalani puasa di Jepang, kendati sebagai kaum minoritas namun tolerasi beragama sangat tinggi di Jepang.

“Mereka menghargai kami, tidak ada perbedaan perlakuan yang diberikan kepada kami sebagai muslim. Etos kerja mahasiswa di tempat ini cukup tinggi.,” Ujar Budi ketik dihubungi Bantenpos.co.

Dirinya bercerita, perbedaan sangat jelas terasa, mulai dari waktu sahur yang lebih awal yaitu sekitar pukul 02.00 karena waktu subuh di jepang tepat pukul 2.45, sedangkan waktu berbuka puasa 19.15.

“Waktunya lebih lama disini, karena menjelang musim panas, maka waktu siang lebih lama,” Katanya

Pria yang tengah menjalani pendidikan S3 di Universitas Kanazawa, Fakultas MIPA, jurusan sains komputasi untuk material tersebut, turut membawa istrinya Widyanirmala serta anak tunggalnya Avveroes Ibnu Sina untuk tinggal bersamanya di Asahi Machi, Kota Kanazawa, Perfektur Ishikawa, Jepang.

“Selama puasa, semua makanan kami masak sendiri. Ada beberapa restoran dengan menu halal, seperti udon, kare, pizza, dan berbagai makanan lainnya, namun tidak semua jenis makanan tersebut bisa dimakan, kita harus terlebih dulu mengecek komposisi makanan yang ada di dalamnya, jika di restoran tersebut tidak terdapat label halal,” Lanjutnya

Kendati muslim merupakan minoritas di Jepang, namun tidak ada larangan untuk menjalani ibadah dan berkumpul bersama. Hal tersebut terbukti dengan adanya perkumpulan warga muslim yaitu Ishikawa Muslim Society untuk seluruh umat muslim di Ishikawa, juga Muslimah Ishikawa untuk perkumpulan wanita muslim di Ishikawa.

“Di kanazawa sendiri ada 1 masjid besar yg digunakan oleh seluruh muslim di kanazawa. mulai dari warga Indonesia, Malaysia, Mesir dan beberapa negara islam lainnya. Sementara di kampus, setiap fakultas menyediakan fasilitas mushola,” ungkapnya

Untuk merayakan bulan suci ramadan di negeri matahari terbit tersebut, tidak jarang perkumpulan muslim mengadakan berbagi acara seperti buka puasa bersama untuk keluarga muslim Ishikawa, lomba tahfidz untuk anak dan wanita, lomba menghias rumah untuk anak untuk menyambut ramadhan, dan lomba menulis pengalaman puasa di Jepang.

“Kemudian masjid kanazawa juga menyediakan menu berbuka puasa setiap jumat dan sabtu, sementara untuk hari lain, jus, susu, dan kurma tersedia di kulkas untuk muslim yang ingin berbuka di masjid,” Pungkasnya. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment