surat edaran

Perda Dicabut, PMII Kota Serang Akan Gelar Aksi

SERANG, BANPOS – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang, menolak keras pencabutan perda soal warung makan yang membuka dagangan pada siang hari di bulan puasa di Kota Serang beberapa hari lalu.

Ketua umum terpilih Abdul Rojak, mengatakan menolak keras atas pencabutan perda kota serang ini terkait khususnya makna toleransi yang mengandung nilai nilai kaidah agama.

“Jangan melihat toleransi dari prespektif nasionalis, karena berbeda dengan perspektif tolerasi nilai kaidah agama,” katanya saat ditemui wartawan BANPOS (15/06/2016).

Ia mencontohkan pelaksanaan hari raya Nyepi di Bali, dimana semua orang yang berbeda agama menghargai pelaksanaan Nyepi, dengan tidak melakukan aktifitas yang mengganggu adat dan budaya setempat.

“Nilai teloransi yang dikedepankan adalah nilai toleransi agama, seperti di bali umat muslim menghargai serta toleransi kepada umat hindu,” ujarnya.

Abdul Rojak menambahkan bila nantinya perda akan di cabut oleh pemerintah pusat, pihaknya akan menggelar aksi, dengan menggerkan anggota PMII untuk mengeluarkan aspirasi.

“Mahasiswa serta anggota PMII, akan mengeluarkan aspersi, menyayangkan jika nantinya perda itu di cabut. Meskipun nantinya aspirasi kami tidak di dengar, memang pemerintah pusat serada tuli,” pungkasnya. (CR-4)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment