Ilustrasi

PNS Pandeglang Khawatirkan Gaji 13 Urung Cair

PANDEGLANG, BANPOS – Gaji 13 dan 14 bagi PNS dikhawatirkan karena sampai saat ini belum ada kejelasan kapan tunjangan tersebut dicairkan. Masalahnya sampai hari ini belum ada peraturan atau intruksi pemerintah pusat kepada Pemkab Pandeglang.

Hal itu dinyatakan oleh Kabid Perbendaharaan DPKA Pandeglang, Didin kepada BANPOS, Senin (13/16). Kata dia, Pemkab Pandeglang tidak memiliki landasan hukum atau dasar untuk mencairkan gaji 13 atau 14. Menurutnya perlu ada intruksi atau surat edaran yan memerintahkan melaksanakan pencairan.

“Belum ada perintah dari pemerintah pusat untuk mengucurkan gaji ke 13 atau 13. Kalau sudah ada baru bisa diselenggarakan di Pandeglang,” kata Didin.

Mengenai gaji 13 atau 14, kata Didin, sebetulnya untuk menunjang dan meringankan PNS menjelang hari raya. Hal itu berkaitan dengan kebutuhan yang meningkat, tujuan pemerintah agar PNS sejahtera terus diberikan tunjangan berdasarkan pekerjaan dan jabatan yang diemban PNS bersangkutan.

“Kita semua berharap yah, semoga saja bisa cepat. Apa lagi kalau tidak cair, itu bukan perkara yang kita harapkan. Karena hal itu kebijakan pemerintah pusat, jadi hendaknya mengikuti sebagaimana mestinya, yaitu menunggu,” ujarnya.

Terpisah, Camat Bojong, Raden Unang Ramdana mengakui jika dia sebagai PNS sangat mengharapkan gaji 13 dan 14. Pengharapannya itu berkaitan dengan kebutuhan rumah dan pendidikan anak. Menurut dia, kepala keluarga seperti dia mengalami berharap sama.

Menurut Unang, janji pemerintah pusat tentang gaji 13 dan 14 akan keluar sebelum hari raya Idul Fitri. “Mestinya keluar bulan ini gaji 13, dan di bulan berikutnya gaji 14. Saya serius mengharapkan tunjangan itu merasa memiliki tanggungjawab pendidikan anak yang saat ini sedang menyusun skrpsi,” katanya.

Ia juga menceritakan situasi pegawai yang ada di Kecamatan Bojong. Menurut dia pegawai lainnya merasakan hal sama menjelang lebaran sangat mengharapkan tunjangan gaji 13. Sambil guyon seraya berkata, kelihatan bagi pegawai yang keuangannya sudah menipis.

“Jadi keliata banget itu yan sudah pada tipis keuanannya, namun saya sarankan pegawai agar masalah keuangan tidak memengaruhi kinerja di kantor, meskipun sama-sama merasakan bagi PNS berharap pemerintah kabupaten sampai pusat bisa dilancarkan untuk melakukan pencairan,” katanya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment