calon kapolri

Presiden Jokowi Terkesan Enggan Pilih BG Jadi Kapolri

JAKARTA, BANPOS – Polemik siapa calon pengganti Kapolri Jenderal Badrodin Haiti terus berlanjut. Pengamat menilai, Presiden Jokowi akan berhati-hati apabila mengajukan nama Komjen Budi Gunawan (BG). Pasalnya, pemilihan BG memungkinkan terjadinya kembali gejolak antara Istana dan Senayan.

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi SP mengungkapkan, bahwa pihak Istana tidak menemukan alasan untuk memperpanjang masa jabatan Jenderal Badrotin Haiti sebagai Kapolri.

“Kalau ada pasti sudah ramai beritanya,” ungkapnya, Minggu (12/6/2016) Kemarin.

Ia menerangkan, dalam memilih Kapolri baru, Presiden Jokowi pasti akan mengikuti aturan yang ada, termasuk mendengar masukan dari Kompolnas, internal Polri serta masyarakat. Namun, siapa nama yang akan dipilih, hingga saat ini masih belum jelas.

“Sampai Jumat kemarin masih belum ada keputusan,” imbuhnya.

Pengamat kepolisian dari LIPI Prof Hermawan Sulistyo mengatakan, bahwa Jenderal Badrodin Haiti kurang nyaman dengan wacana perpanjangan jabatan Kapolri. Bahkan, dalam curhatannya Badrodin Haiti mengaku ingin mengakhiri tugasnya pada Juli mendatang dengan catatan baik.

“Kalau aku ditambah satu tahun, apa ada jaminan nggak aku turunnya dengan enak. Kalau nggak enak karier 35 tahun yang dibangun bisa hancur. Saya nggak mau,” kata Hermawan Sulistyo menirukan curhatan Kapolri.

Pria yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan, bahwa Presiden mempunyai hak perogratif untuk menentukan Kapolri. Menurutnya, Presiden Jokowi sepertinya tidak akan memilih Komjen BG, meski secara formal dan syarat normatif, Komjen BG telah lulus fit and propert test.

Namun, sambung dia, pemilihan Komjen BG diprediksi akan memunculkan potensi kegaduhan dan gejolak antara Istana dan DPR. Selain itu, ada kemungkinan lima pembantu presiden memilih mundur.

“Jika memilih BG apakah staf presiden ini mau kerja sama? Saya kok pesimis,” tukasnya. (RMOL/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment