gagal lelang proyek

Proyek Gagal Lelang, SKPD Dituding ‘Bermain’

SERANG, BANPOS – Gubernur Banten Rano Karno diminta untuk menelusuri dan menyelidiki penyebab dari batalnya proyek seperti gedung dan infrastruktur yang selalu gagal dilaksanakan. Padahal, secara perencanaan dan penganggaran telah disiapkan.

Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah mengungkapkan, bahwa gagalnya senjumlah proyek yang nilainya mencapai ratusan miliar yang dikelola oleh SKPD dikarenakan dinas tersebut memiliki kepentingan bagi kelompoknya.

“Harus ada evaluasi, apalagi ada 10 SKPD ditahun ini yang akan menyumbangkan kontribusi Silpa (Sisa Lebih Pengunaan Angaran, red),” paparnya, Kamis (2/6/2016).

Seharusnya, sambung dia, SKPD menyiapkan segala sesuatunya dan merancang secara matang atas program-program yang dibuatnya sebelum meminta kegiatan dan dibahas di TAPD dan Banggar (Badan Anggaran).

“Ini kan tentunya harus jadi perhatian. Mereka (SKPD, red) minta pos anggaran, setelah diberikandan diparipurnakan ditengah jalan merek mengatakan proyek itu ada kendala dan akibatnya tidak dapat dilaksanakan,” terangnya.

Persoalan tekhnis seperti menyiapkan DED dan harga perkiraan sendiri (HPS) sebagai syarat pengajuan lelang elektronik harusnya sudah diantisipasi sebelumnya.

“Jadi menurut saya, kalaupun ULP nanti menjadi UPT atau mandiri terpisah dari Biro Ekbang, tetap saja akan ada kejadian batal lelang karena SKPD nya bermain,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap agar angaran terserap dengan maksimal, SKPD besar tersebut dapat dimanfaatkan.

“Ini kan bagian dari rencana aksi yang disampaikan oleh KPK. Intinya kami menyambut baik atas keinginan pemprov ini. Semoga saja nanti setelah berubah statusnya, ULP akan benar-benar mandiri. Karena selama ini kita ketahui bersama, permainan di ULP itu masih ada, banyak yang ngomong ke saya kok,” tukasnya. (RUS/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment