a
Widget Image
alun-alun rangkasbitung

Proyek RTH Akan Terus Dipantau

RANGKASBITUNG, BANPOS – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lebak akan terus memantau pelaksanaan proyek ruang terbuka hijau yang berlokasi di Kampung Dengung, Kecamatan Maja, Kabupaten setempat, sampai tuntas.

Mengingat pembangunan RTH tersebut merupakan kegiatan yang akan menunjang penilaian adipura, selain itu, pembuatan taman juga merupakan program pemerintah daerah yang menginginkan agar di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Dengung menjadi indah, rapih dan tertata, sehingga ketika orang memasuki TPSA menjadi nyaman dan tidak merasa risih dengan keberadaan sampah.

Dikatakan Iwan Sutikno, kepala bidang Komunikasi dan Konservasi Lingkungan pada kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lebak, bahwa TPSA Dengung akan di sulap menjadi sebuah tempat wahana rekreasi mini bagi masyarakat di sekitar lokasi pembuangan sampah, sehingga image TPSA yang bau dan kumuh akan berubah menjadi tempat yang lebih menyenangkan.

Karena selain memiliki taman ruang terbuka hijau, kini di lokasi TPSA tidak tercium bau sampah, karena untuk memusnahkan sampah-sampah tersebut BLH menggunakan sistem penutupan tanah dengan cara sanitari atau yang lebih dikenal dengan nama Sanitari Landfill.

“Kita mencoba merubah image TPSA dari tempat yang kumuh dan bau, menjadi tempat yang menyenangkan. Karena selain nantinya TPSA menjadi asri dan nyaman. Warga sekitar juga tidak akan mencium bau sampah, mengingat kami menggunakan sistem Sanitari Landfill untuk memusnahkan sampah-sampah yang berasal dari masyarakat,” Ujar Iwan Sutikno, di Kantor BLH. Senin(13/6).

Terkait kegiatan proyek RTH sendiri, Iwan mengaku belum menemukan permasalahan dalam pengerjaannya, dan dirinya mengharapkan agar pihak pelaksana tetap mengacu kepada RAB yang ada dalam melaksanakan proyek RTH

Sebelumnya.diberitakan, pembangunan proyek penataan ruang terbuka hijau di TPSA kampung Dengung Kecamatan Maja di soal oleh sejumlah warga. Pasalnya, dalam papan proyeknya tidak dicantumkan masa kerja kegiatan, nomer kontrak antara BLH dengan pihak pelaksana serta tidak adanya konsultan penyedia. Selain itu, pada pemasangan pagar yang dilaksanakan oleh Cv Karya Siffa Putra Utama senilai Rp 193 juta itu tidak dilakukan pemasangan pondasi yang layak. (ADE)

Share With:
Tags
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment