a
Widget Image
Samira Dial Megistra

Puasa 21 Jam dan Tidak Pernah Mendengar Kumandang Adzan (Bagian 1)

“Kisah Mahasiswi Asal Ciputat, Tangerang Selatan yang Berpuasa di Rusia”

ARI SUPRIADI

SERANG, BANPOS – Tidak mudah melaksanakan ibadah seperti puasa dan salat di negeri minoritas muslim seperti Rusia. Apalagi letak georafis Negeri Beruang Merah itu memiliki waktu siang yang lebih lama dibanding malam hari.

Sebagai negara bekas pecahan Uni Soviet, Rusia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim yang cukup sedikit.

Seperti di Kota Saint Petersburg, penduduk di kota ini mayoritas memeluk Kristen Ortodoks dan cukup sedikit ditemui pemeluk agama ajaran Nabi Muhammad SAW ini. Pemeluk Islam di Rusia hanya banyak ditemui di Kota Kazan atau sekitar 60 persen dari jumlah penduduk kota tersebut.

Seperti Ramadan tahun ini, muslim Rusia juga menjalankan ibadah puasa. Samira Dial Megistra (20) mahasiswi asal Indonesia sudah dua tahun tinggal di Kota Saint Petersburg.

Samira yang merupakan pemeluk ajaran Islam tentunya menjalankan ibadah puasa seperti muslim di belahan dunia lainnya. Namum, jangan bayangkan atmosfer Ramadan bisa terasa di negeri “Tirai Besi” seperti di negara-negara muslim lainnya.

Di negeri ini tidak ada perayaan menyambut Ramadan atau atribut khas Ramadan yang biasa muncul di ruang publik, media masa, tempat ibadah atau bahkan kantor pemerintahaan.

Di Rusia, suasana Ramadan sama seperti bulan-bulan lainnya, tanpa pawai taaruf, tanpa petasan, tanpa bedug dan tanpa tajil yang banyak ditemui di Indonesia.

Jangankan merasakan suasana Ramadan seperti di Indonesia, bahkan Samira sangat langka mendengar kumandang adzan serta mendapat informasi penetapan satu Ramadan.

“Untuk mengetahui waktu salat dan penetapan satu Ramadan, saya dan muslim lainnya di Rusia harus mencarinya di masjid. Bahkan saya tidak pernah dengan adzan, kecuali datang lansung ke masjid dan itu pun tidak buka 24 jam.

Tidak banyak masjid di Kota Saint Petersburg, kecuali di bagian selatan seperti Kota Kazan yang penduduk muslimnya cukup banyak,” ucap Samira mengawali perbincangan dengan BANPOS melalui Whatapss Messenger, Ramadan keempat 1437 Hijriyah.

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment