razia petasan

Razia Petasan, Polres Dinilai Diskriminasi

RANGKASBITUNG, BANPOS – Tindakan Pihak Kepolisian jajaran Polres Lebak yang kerap merazia sejumlah pedagang kaki lima yang menjual mercon atau petasan, dinilai mengandung unsur diskriminasi.

Pasalnya sejumlah pedagang kaki lima yang menjual Mercon kerap kali melapor bahwa petasan yang dijualnya bersumber dari salah satu agen besar yang berada di kota Rangkasbitung.

“Ketika mercon yang kami jual mengandung bahan peledak pasti disita oleh pihak kepolisian, padahal ketika polisi merazia kami sudah kerap kali memberitahukan bahwa petasan yang kami jual juga sumbernya dari salah satu agen besar yang masih di kota Rangkasbitung,” Kata Jhon Ramadhan salah satu penjual Mercon di pasar Kota Rangkasbitung , Kamis (8/6)

Kata Jhon, pihaknya menyayangkan tidak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian kepada agen besar penjual mercon yang ada di Kota Rangkasbitung.

“Kalau kami sebagai pedagang kaki lima dengan di razia dan disita beberapa Mercon yang mengandung peledak jelas akan rugi, sebab kami sistemnya membeli dari agen besar dan kenapa tidak agen besarnya yang dirazia?,” Katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kaur Bin Ops IPTU Suharto membantah tidak ada tindakan dari pihak kepolisian terhadap agen besar penjual mercon.

“Kita lagi sisir mulai dari yang kecil dan lihat saja kedepannya bagaimana,” kata Suharto.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan agar masyarakat Lebak dalam menjalankanya ibadah puasa bisa lebih maksimal tidak terganggu oleh bunyi – bunyi ledakan yang ditimbulkan oleh mercon.

“Kita sita mercon yang mengandung unsur ledakan,” Katanya. (ADE)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment