a
Widget Image
jembatan sempit

Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Keluhkan Jembatan Babadsari

JIPUT, BANPOS – Kondisi jembatan antara Caringin – Jiput tepatnya di Desa Babadsari, Kecamatan Jiput masih sempit. Salah satu pengendara roda empat harus berhenti saat melintas lawan arah, karena kapasitas jembatan tersebut sempit.

Menurut warga setempat, jembatan sempit sering mengakibatkan arus jalan tersumbat, padahal jembatan tersebut merupakan lintasan utama menuju tempat wisata di Pandeglang selatan.

“Jembatan Babadsari dilalui oleh wisatawan atau warga setempat menuju atau sesuadah dari Kecamatan Carita atau Labuan. Jalan ini (Jiput-Caringin, red) bias dikatakan akses utama pengendara menuju tempat wisata bagi pengunjung dari luar kota,” kata Hadai warga setempat, Selasa (28/6).

Bukan sekedar sempit, jika pelintas jalan dari arah Caringin, sebelum melintasi jembatan ada tikungan tajam. Bagi orang yang baru melintasi jalan tersebut, bisa celaka jika ada mobil besar di jembatan sedangkan pengendara dari lawan arah tidak berhati-hati karena ketidak tahuannya ada jembatan yang sempit.

“Kami sudah lama berharap ada pelebaran jembatan atau ada dua jembatan beda arah, sehingga bisa,” katanya.

Terpisah, Camat Jiput, Suntama mengatakan jembatan Babadsari terletak antara Desa Tenjilahang dengan Desa Babadsari. Dia mengaku jembatan tersebut sempit, bahkan kendaraan roda empat kecil sekalipun, harus berhenti menunggu kendaraan roda empat lainnya saat akan melintas di jembatan tersebut.

“Ukurannya memang sempit, mobil harus berhenti dulu kalau ada mobil lain yang berlawanan arah. Tidak muat dua mobil yang berlawanan arah itu,” kata Suntama.

Lebar jembatan Babadsari adalah 3 meter dengan panjang 60 meter. Sedangkan pengerjaan atau perbaikannya bukan ranah kecamatan maupun Pemkab Pandeglang, namun menjadi kewenangan Pemprov Banten.

“Kami tidak bisa berbuat banyak untuk jembatan Babadsari, kewenangan kami mengusulkan atau mengkoordinasikan jembatan atau bangunan fisik lainnya kepada Pamkab Pandeglang, kalau bangunan letaknya di desa dibawah koordinasi Kecamatan Jiput,” ujarnya.

Sebagaimana Jembatan Waden di yang melintas di atas Sungai Cigede, tepatnya di Kampung Waden, Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, sepanjang 50 meter dengan lebar 2,5 meter.

Pihak kecamatan tengah memperjuangkan agar Pemkab Pandeglang segera membangun jembatan tersebut.

“Kalau kewenangan Pemprov Banten saya terlalu jauh korelasinya, tapi kalau kewenangan Pemkab Pandeglang kami aktif melakukan koordinasi. Ya seperti Jembatan Waden yang ada di Desa Pamarayan yang kondisinya memprihatinkan. Jebatan dengan panjang 50 meter dan lebar 2,5 meter ini padahal sudah masuk dalam APBD 2015, tapi tak kunjung dibangun. Pemkab Pandeglang bilangnya ada keterbatasan anggaran,” katanya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment