a
Widget Image
Ilustrasi

Soal Sweeping Warung Makan, MUI dan Polres Silang Pendapat

RANGKASBITUNG, BANPOS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak menentang pernyataan yang dilayangkan pihak Kepolisian Polres Lebak. Pasalnya guna kondusifitas pada saat bulan puasa berlangsung pihak kepolisian seharusnya bertindak tegas.

“Boleh-boleh saja polisi melarang ormas untuk sweeping, namun kami juga menunggu tindakan konkret dari pihak kepolisian,” kata KH. Akhmad Hudori Sekertaris MUI Lebak, di Rangkasbitung, Senin (6/6) kemarin.

Menurutnya, jika pihak kepolisian tidak mengambil tindakan kepada sejumlah warung makan yang kedapatan buka saat bulan puasa, ia mengancam akan tetap melakukan Sweeping meski tanpa seizin pihak kepolisian .

“Kita tunggu pergerakan dari kepolisian, namun jika tidak juga ada pergerakan, lihat saja nanti dan jangan salahkan ormas jika melakukan Sweeping,” Katanya.

Hudori menghimbau kepada setiap warung makan agar tidak melakukan aktifitas pada siang hari, hal itu dimaksudkan agar umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa bisa kondusif.

“Jangan buka kalau masih siang, kalau mau buka silahkan pada sore hari,”ucapnya.

Sementara, Kapolres Lebak AKBP Muhammad Tora menyatakan agar setiap ormas tidak melakukan Sweeping secara sembarangan tanpa mengantongi izin dari kepolisian.

“Saya minta ormas juga jangan sembarangan untuk melakukan Sweeping, dan kalau ada yang melakukan Sweeping tanpa seizin polisi, masyarakat bisa melaporkannya,”ucap Tora pada sambutan pemusnahan barang bukti miras di Alun-alun Rangkasbitung, Jumat (03/06) lalu.(ADE)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment