Tak Bersimpati pada Saeni, Taufieq Ruki Juga Tolak Pencabutan Perda Pekat

SERANG, BANPOS – Mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, menegaskan penolakan terhadap penghapusan Perda nomor 2 tahun 2010 tentang pencegahan, pemberantasan, dan penanggulangan penyakit masyarakat. Perda tersebut ramai dibicarakan karena ikut mengatur jam buka rumah makan di Bulan Ramadan.

“Masa kecil saya di Banten, dulu adzan dzuhur mobil itu pada berhenti. Coba lakukan (terapkan peraturan, red) lebih secara santun dan dinasihati lebih baik, beda (antara) tegas dan kasar,” katanya saat ditemui dalam acara silahturahmi sekaligus buka puasa, Paguyuban Warga Banten (Puwnten), Jumat (17/06/2016).

Mantan Ketua KPK itu juga menyatakan tak menaruh simpati kepada Saeni, pemilik warteg yang dirazia di Bulan Ramadan tetapi justru mendapat bantuan dari masyarakat di luar Kota Serang. Menurutnya, warung Saeni seharusnya taat pada aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Dia sudah lama membuka warung itu mestinya tau lah aturan aturan sebelumnya seperti apa,” ujarnya.

Masih kata pria yang pernah menjadi Komisaris PT Krakatau Steel itu, kasus Saeni lebih berbau politis, serta untuk menghilangkan citra Banten yang sedari dulu dikenal islami dan toleran.

“Masjid dan gereja di Serang ini, saling berdampingan, lahan parkir gereja penuh masih bisa parkir di halaman masjid kurang toleran dari mana? Masyarakat Banten dari dulu itu terkenal toleransi,” pungkasnya seraya berpesan agar masyarakat pendatang harus bisa menempatkan dirinya, sementara masyarakat pribumi harus bisa bertoleransi.(CR-4)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment