Tantowi Yahya dan Dimyati Natakusumah

Tantowi Mundur, Dimyati Siap Menuju Banten 1

SERANG, BANPOS – Salah satu isi penting dari pengesahan RUU Pilkada yang baru saja disepakati untuk disahkan menjadi UU adalah, anggota DPR yang ingin maju mencalonkan diri sebagai calon gubernur, harus mundur sebagai anggota DPR RI, dan persyaratan calon independen yang semula ingin diperberat, batal dilakukan.

Syarat calon perseorangan paling sedikit 7,5 persen dari daftar pemilih tetap dan yang memiliki KTP elektronik. Lalu bagaimana tanggapan dari anggota DPR RI yang pernah menyatakan akan maju sebagai bakal calon gubernur Banten 2017 mendatang?

Anggota DPR RI Komisi 1, Tantowi Yahya saat ditemui usai menghadiri kunjungan kerja ke Korem 064 Maulana Yusuf, Serang, Banten, yang pada awalnya menyatakan ingin maju sebagai calon gubernur pada Pilgub 2017 malah tidak jadi.

Ia mengatakan, keputusan mundur dari DPR RI begitu berat, karena pertaruhan menjadi Gubernur merupakan sesuatu yang masih butuh perjuangan.

“Mau bagaimana lagi sudah diketok dan disetujui dari delapan fraksi yang ada. Saya tidak jadi nyalon Gubernur, karena taruhannya amanat rakyat. Jadi lebih memilih dan concern di DPR RI. Untuk Cagub atau Cawagub biar keputusannya dari DPP,” ujarnya.

Berbeda dengan Tantowi, Dimyati Natakusumah menyatakan siap mundur dari jabatannya sebagai Anggota DPR RI Komisi 1, untuk fokus melaju menjadi bakal calon gubernur Banten 2017 mendatang. Hal itu dinyatakan begitu serius saat ditemui BANPOS di RM ‘S’ Rizki, Kota Serang, Jumat (3/6).

“Saya siap mengundurkan diri. Ada beberapa tugas memang yang belum diselesaikan di DPR, insyaallah Oktober saya akan mundur. Kalau dihitung-hitung jabatan saya masih ada tiga tahun lagi. Oktober mendatang genap dua tahun, tapi tidak apa-apa itu sebuah resiko dari perjuangan,” ujarnya.

Alasannya menyatakan siap mundur, lanjut Dimyati, karena hasil survei dirinya bagus. Pada April lalu, ia baru melakukan langkah awal. Saat ditanya orang pun masih berupa pertimbangan, tapi ketika ia bergerak. Elektabilitasnya naik dan semakin menanjak.

Dimyati mengungkapkan, sudah terkumpul 800 ribu dari target sejuta KTP. Jika sudah terkumpul dan penuhi syarat, tinggal diserahkan ke KPU. Terkait penentuan wakil akan diputuskan pertengahan Juni ini. Beberapa nama sudah ada, namun masih dipertimbangkan.

“Lewat jalur independen ini lebih bagus. Keuntungannya elektabilitas saya terus naik. Mungkin yang lain stagnan karena masih menunggu keputusan Parpol. Terbukti, pergerakan yang baru dimulai pertengah April sudah mencapai 43 persen. Apalagi Dulur Dimyati tiap harinya semakin bertambah,” ungkapnya.

Disinggung soal pencalonannya yang tidak lewat partai, Dimyati menampik adanya ketidaknyamanan dalam tubuh DPR RI. Ia menuturkan, dirinya masih menjabat sebagai pimpinan fraksi di MPR.

“Maju lewat jalur independen, karena keuntungan independen ini juga didukung oleh rakyat langsung. Jadi tidak punya beban moril kepada parpol tertentu. Tidak punya hutang budi juga kepada parpol. Hutang budinya langsung ke rakyat, karena yang mengusung saya adalah rakyat,” tambahnya. (SUF/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment