Sutadi, Tersangka kasus Korupsi Jembatan Kedaung

Terjerat Kasus Korupsi Jembatan Kedaung, Sutadi Resmi Ditahan

SERANG, BANPOS – Dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Kedaung tahun 2012 senilai Rp23,42 miliar resmi menjadi penghuni rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Serang.

Keduanya ialah mantan Kepala DBMTR Provinsi Banten Sutadi dan Direktur PT Alam Baru Jaya (ABJ) M. Kholis, keduanya ditahan usai menjalani proses pelimpahan tahap II di Kejari Serang, Kamis (9/6).

Berdasarkan pantauan BANPOS, Sutadi dan Kholis datang bersama tim penyidik Ditreskrimsus Polda Banten dan Tim Penuntut Umum Kejati Banten sekitar pukul 14.30 WIB.

Satu jam lamanya keduanya menjalani pemeriksaan identitas oleh tim Kejari Serang sebelum keduanya dibawa Mobil Tahanan menuju Rutan Kelas II B Serang.

Sutadi hanya melempar senyum kepada wartawan saat akan menaiki kendaraan Tahahan Pidsus Kejari Serang. Ia juga mengaku sudah siap menjalani penahanan atas kasus tersebut.

“Sudah siap,” kata Sutadi sesaat akan menaiki mobil tahanan.

Sementara itu, Kasie Pidsus Kejari Serang Olaf Mangontan mengatakan jika penahanan terhadap keduanya ialah bertujuan untuk mempercepat proses hukum yang akan berjalan dipengadilan.

“Kami lakukan penahanan karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mempersulit persidangan,” ujar Kasie Pidsus Kejari Serang A Olaf Mangontan.

Olaf menambahkan bersama pelimpahan tersangka dan barang bukti, Kejari Serang juga telah menerima uang sitaan dari kedua tersangka sebesar Rp3,5 miliar. Kedua tersangka akan menjalani masa penahanan di Rutan Kelas II B Serang selama 20 hari kedepan.

“Sudah kita terima melalui rekening tersangka. Pengembalian (uang sitaan) atas nama keduanya. Terkait dengan berkas penuntutan, 20 hari kita upayakan akan melimpahkan ke Pengadilan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, penasehat hukum Sutadi, Saeful Hidayat mengatakan jika dalam tahap pelimpahan kali ini dirinya hanya mendampingi. Dirinya belum mengetahui apakah klieanya akan meminta penangguhan penahanan atau tidak.

“Belum tahu yah, apakah mau minta penangguhan atau bagaimana. Karena kebetulan saya sekarang diminta untuk mendampingi saja. Terkait dengan pengembalian kerugian keuangan Negara, silahkan Tanya ke penyidik saja,” kata Saeful. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment