Ilustrasi

TKK Guru Swasta Menunggu Honor

PANDEGLANG, BANPOS – Tenaga Kerja Kontrak (TKK) guru swasta menunggu honor yang belum dibayarkan. Padahal Juni sudah hampir habis, namun belum ada tanda-tanda honor TKK guru swasta akan dicairkan.

Meski honor yang kerap dibayarkan terbilang tidak sesuai dengan pekerjaan, namun honor sangat dibutuhkan oleh TKK guru swasta.

Hal itu diharapkan oleh TKK guru MTs Sindangresmi, Syafaah menjelang buka bersama dengan muridnya di sekolah tersebut, Kamis (23/6). Dia rasa ungkapannya itu dialami oleh semua TKK guru honorer di manapun berada, dia berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan itu.

“Kalau honor TKK itu diberikan oleh pemerintah daerah, jadi kalau mempercepat memberikan honor itu tergantung pada pemerintah daerah. Kami berharap ada perhatian lebih kepada TKK guru swasta,” kata Syafaah.

Berbeda dengan guru swasta yang PNS, tidak terlalu memikirkan kebijakan pemberian gaji karena secara berkala dan otomatis dikirim melalui rekening. Gaji dan tunjangan guru swasta tidak ada masalah, sudah menjadi biasa menerima melalui rekening setiap bulannya.

“Tidak ada masalah dengan tunjangan, biasanya juga masuk rekening. Ya tinggal cek aja, kalau biasanya tanggal 25 cair maka dari tanggal itu terus melakukan pengecekan, karena bisa jadi telat beberapa hari,” kata Ahmad Sudirja, seorang PNS guru swasta di salah satu SMA yayasan pendidikan islam di Sindangresmi.

Terpisah, Kasi P2TK Disdikbud Pandeglang, Mu’min Sueb membenarkan honor TKK guru swasta belum dicairkan. Dia mengatakan ada sekitar 5.000 TKK guru swasta di Pandeglang yang harus dibayar menggunakan APBD, sementara kejelasan kapan uang akan cair dia hanya bisa mengatakan agar TKK guru swasta menunggu.

“Berbeda dengan tunjangan PNS ditransfer langsung oleh pemerintah pusat, sementara TKK di Pandeglang masih menerima honor dengan cara manual,” kata Mu’min.

Menurut Mu’min, sebetulnya biasa jika honor TKK terlambat dibayar, beda dengan sekarang karena menjelang lebaran sehingga dimaklum semua masyarakat membutuhkan forsi lebih untuk kebutuhan rumah tangga.

“Penghambat lain yaitu Pemkab Pandeglang tidak bisa melakukan transfer langsung kepada penerima, padahal jika honor diberikan dengan cara transfer bisa lebih cepat. Hal ini juga jadi perbincangan Pemkab Pandeglang, mungkin ke depannya dilakukan melalui transfer,” katanya Ibu Bupati Pandeglang, kata dia, menginginkan system pemberian honor.

Sempat dihimbau kepada semua TKK yang ada di Pandeglang agar nanti membuka rekening. Selain memudahkan tranfer, menggunakan rekening juga merupakan upaya transaksi yang aman.

“Sementara ini honor guru sebesar Rp300.000 per bulan selalu di transfer ke rekening unit atau SKPD, kemudian unit tersebut yang menyelenggarakan pemberian honor. Untuk menghindari pungli dan memudahkan mendeteksi transaksi uang daerah maka rekening adalah solusi,” pungkasnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment