Presiden Jokowi

Ulama dan Santri Kritik Sikap Jokowi yang Berikan Sumbangan Terhadap Saeni

SERANG, BANPOS – Ulama dan Santri di Kota Serang mengkritik sikap petinggi negeri seperti Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo yang memberi bantuan terhadap Ibu Saeni (53) karena telah membuka warung makannya di siang hari.

Hal tersebut diungkapkan Ulama dan Santri yang tergabung dalam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang dan Ikatan Santri Salafiah (Insaf). Menurut Ketua PCNU Kota Serang, KH Matin Sarkowi menurutnya seharusnya bantuan tersebut diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan seperti untuk pengobatan atau memperbaiki sekolah rusak, sehingga dapat lebih bermanfaat.

“Bagi para donatur, silahkan ingatkan juga Ibu Saeni agar bisa menyesuaikan diri. Dimana bumi di pijak, di situ langit dijunjung. Ini juga berkaitan dengan cara didik kita kepada generasi muda,” Ujar Ketua PCNU Kota Serang, KH. Matin Sarkowi

Kota Serang yang sedianya telah memiliki peraturan daerah yang seharusnya dilaksanakan, terutama untuk rumah makan, agar membuka rumah makan atau restorannya di sore hari menjelang berbuka puasa.

“Kami benar-benar tersinggung. Seolah-olah menyudutkan umat Islam di Kota Serang dengan tudingan tidak toleransi. Kami mohon yang berada di pusat jangan sembarangan bicara tanpa tahu kondisi di lapangan seperti apa. Sebab hanya akan memperkeruh suasana. Mereka sibuk mengomentari masakan yang diangkut, tapi tidak memberikan peringatan kepada para pedagang yang berjualan di luar jam yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Seperti yang telah diketahui bahwa ibu Saeni mendapatkan bantuan dari sejumlah petinggi negara, yaitu Rp 10 Juta dari Presiden RI, dan bantuan uang tunai dari Mendagri serta sumbangan dari nitizen yang jumlahnya lebih daei Rp 200 Juta.

Dalam keterangannya ibu Saeni sendiri berencana menggunakan uangnbya untuk menganggur atau beristirahat lantaran umurnya yang sudah tua, serta untuk biaya kuliah anaknya.

“Menganggur dulu, karena ibu kan udah tua harus istirahat dulu,” Ujar Saeni.

Sementara itu, beberapa waktu setelah razia yang dilakukan Satpol PP Kota Serang terhadap ibu Saeni, warung makan miliknnya terlihat kembali dibuka disiang hari dan sempat melayani beberapa pembeli. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment