Subadri Usuludin

Waduh, Lagi-lagi Kinerja Pemkot Serang Dipertanyakan

SERANG, BANPOS – Sedikitnya 13 proyek pembangunan peningkatan jalan dan satu proyek pembangunan gedung DPRD Kota Serang mengalami gagal lelang. Akibatnya, 14 proyek yang diprediksi menelan biaya sebesar Rp91 miliar lebih belum diserap.

Kondisi ini menambah panjang deretan kegagalan lelang proyek yang ada di Kota Serang. Pasalnya, sebelumnya tiga proyek pembangunan jembatan senilai Rp11,63 miliar juga mengalami hal serupa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS dari website LPSE Kota Serang, ke-14 proyek tersebut 11 di antaranya merupakan anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sementara tiga proyek lainnya berasal dari APBD Kota Serang.

Ke-14 proyek tersebut adalah, Jalan Ampel-Nambo senilai Rp3 miliar, Jalan Priyayi-Terumbu senilai Rp3,5 miliar, Jalan Cibomo-Terumbu Rp5 miliar, Jalan Terumbu-Sawah Luhur Rp1,7 miliar, Jalan Cilowong-Sayar Rp2,82 miliar, Jalan Silebu-Ampel Rp3,5 miliar, Jalan Ciracas-Cigintung Rp7,16 miliar, Jalan Cigintung-Sayar Rp2,85 miliar, Jalan Terondol-Priyayi Rp3,5 miliar. Jalan Hasanudin senilai Rp2 miliar dan Jalan Cadika-Sayar senilai Rp6 miliar,

Selanjutnya proyek yang bersumber dari APBD Kota Serang adalah Jalan Taman-Keganteran senilai Rp1,8 miliar, Jalan Ciracas-Cibarang senilai Rp900 juta dan Pembangunan Gedung DPRD Kota Serang senilai Rp48 miliar.

Atas kegagalan Pemkot Serang menyerap anggaran yang hampir Rp100 miliar ini, Ketua DPRD Kota Serang Subadri Usuludin meminta kepada instansi terkait untuk bekerja cepat dan cermat, agar anggaran yang ada segera terserap. Ia menilai proyek-proyek yang mengalami gagal lelang tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Kota Serang.

“Ini kan yang gagal tidak sedikit yah. Saya kita instansi terkait harus segera melakukan evaluasi. Apalagi gedung dewan yang sangat kita harapkan dapat terbangun, ternyata harus lelang ulang,” kata Subadri.

Subadri menekankan agar SKPD dan instansi terkait segera melakukan langkah-langkah antisipasi agar kegagalan lelang tidak kembali terulang. Pihaknya juga mempertanyakan kondisi tersebut, lantaran hampir seluruh proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat tersebut mengalami kegagalan proses lelang.

“Tanpa mengenyampingkan prosedur lelang yang benar, proses lelang proyek pembangunan infrastruktur jalan dan gedung dewan ini saya minta dapat segera terealisasi,” pungkasnya.(NED/MOR)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment