Salah satu souvenir badak yang menjadi ciri khas provonsi Banten

Warga Cikadu Sulit Menyalurkan Bakat Seni

PANIMBANG, BANPOS – Dari sejumlah seniman, tidak semua dengan mudah menyalurkan bakatnya. Sebagaimana pemuda di Kampung Cikaduindah, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang.

Seorang pemuda mampu membuat berbagai hasil seni secara mandiri, namun sulit menyalurkan bakatnya. Selain itu menyalurkan produk juga karya tangan juga belum ada media yang tersedia.

“Ada beberapa yang saya buat sendiri. Diantaranya jam dinding dari tepurung, miniatur rampak bedug khas Banten, rumah baduy, ukiran badak jawa, lampu menara yang terbuat dari gerenuk, teko dari tempurung kelapa, dan banyak lainnya,” kata Suherman (26) warga setempat di kediamannya, Jumat (17/6/2016).

Menurut Herman, Cikaduindah adalah daerah penyangga Special Economic Zone (SEZ) atau KEK Pariwisata Tanjunglesung. Sehingga bila ada media dan sarana bagi kalangan muda untuk menyalurkan bakat, tidak menuntut kemungkinan bisa menguntungkan secara komersil. Kata dia, pemerintah cenderung mensosialisasikan KEK kepada warga, namun belum memberikan ruang bagi SDM yang sudah ada.

“Memang penting mempersiapkan SDM untuk menyambut KEK, namun hendaknya SDM yang sudah ada diberdayakan. Apa lagi kami yang belum diberi kesempatan melanjutkan pendidikan usai lulus SMK,” katanya.

Kata Herman, di Cikaduindah ada SMK Karyawisata swasta. Dia mengaku salah satu alumni di sekolah tersebut, namun yang dia rasa sebagai salah seorang lulusan SMK Karyawisata yang berada di tempat kawasan pariwisata, namun masih sulit mencari pekerjaan yang berkaitan kepariwisataan.

“Itu fenomena yang terjadi, jurusan pariwisata tapi masih sulit cari kerja di kawasan pariwisata yang besar. Bahkan sebagai proyek pemerintah pusat yaitu Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata,” ujarnya.

Kata dia, ada beberapa kawannya yang memiliki hobi dan keluhan yang sama. Dia berharap ada kerjasama dari manapun datangnya, baik investor pengfembang maupun pemerintah “Hanya drumah saja nih saya buat kerajinan yang ada, maklum bermula dari hobi, jadi tanpa sarana dari pihak lain akan tetap jalan,” katanya.

Terpisah, Kasubid Pengembangan Sumberdaya Buatan Bappeda Kabupaten Pandeglang, Abdul Azis mengatakan, pemerintah melakukan upaya agar peluang kerja meningkat. Diantaranya mengambil peran dari sejumlah proyek seperti jalan tol menuju Panimbang.

“Nanti di rest area akan diutamakan warga Pandeglang mengisi di sana. Supaya bias mengembangkan usaha masyarakat. Sedangkan masalah bakat atau karya masyarakat secara otomatis nanti bias terangkat oleh pembangunan yang ada,” kata Azis.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment