ruas jalan picung - munjul, jalan rusak pandeglang

Warga Keluhkan Debu Di Ruas Jalan Picung – Munjul

MUNJUL, BANPOS – Debu disepanjang ruas jalan Picung – Munjul dikeluhkan para pengguna jalan, khususnya warga sekitar. Selain menyebabkan mata sakit, debu yang berasal dari pengerjaan jalan yang belum selesai itu juga menyebabkan sesak nafas.

“Senang sekali kami melihat perbaian jalan, tapi debu jalan dan kerikil bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan. Pengerjaan yang hanya menambal lubang di jalanan membuat khawatir warga yang melintas apa lagi di malam hari,” kata salah seorang warga Kecamatan Munjul, Hendri kepada BANPOS, Senin (27/6/2016).

Ia menceritakan, bahwa saat melintasi ruas jalan Picung – Munjul, polusi udara berupa debu terasa sangat pengap di pernafasan.

“Apa lagi pengendara roda dua bawa anak kecil, bisa merah matanya akibat debu. Jalan ini (Picung-Munjul, red) bukan jalan raya yang tertib lalu lintas, pengendaranya lebih banyak warga sekitar ketimbang pengunjung luar daerah tersebut, jadi wajar kalau pengguna jalan tidak malas mengenaikan helm,” kata Hendri.

Terpisah, Direktur RSU Berkah Pandeglang, Asmani Raneyanti yang dihubungi melalui sambungan seluler mengatakan, bahwa ada banyak penyakit yang disebabkan polusi udara dari debu yang berterbangan, diantaranya Pneumokoniosis disebabkan oleh debu mineral pembentukan jaringan parut atau Silikosis, antrakosilikosis, dan asbestosis. Gejala penyakit itu dapat menimbulkan sakit paru – paru.

“Ada sejumlah penakit yang disebabkan debu, diantaranya Pneumokoniosis yang membuat penderitanya sakit paru-paru, sebaiknya menggunakan masker saat melintasi jalan berdebu,” tukasnya. (YOG/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment