Ilustrasi

Wow, Kurir Ganja 1,6 Ton Dituntut Seumur Hidup

SERANG, BANPOS – Herman Wahyudi alias Kawat (30), dan Muhamad Badri alias Anom alias Ayah (40), dituntut hukuman sumur hidup oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang, di Pengadilan Negeri (PN) Serang, karena terbukti membawa narkotika jenis ganja seberat 1,6 ton Rabu (22/6).

Dalam sidang yang dipimpin hakim Hengky Hendradjaja, JPU Kejari Serang Andri Saputra menyatakan bahwa kedua terdakwa dalam berkas terpisah itu terbukti melanggar dakwaan ketiga Pasal 115 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Oleh karena itu, kata Andri, pihaknya menuntut supaya majelis hakim yang mengadili perkara tersebut menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Muhamad Badri alias Anom alias Ayah dengan pidana penjara selama seumur hidup,” kata Andri Saputra dalam sidang dengan terdakwa Muhamad Badri alias Anom alias Aya, yang didampingi kuasa hukumnya.

Andri juga menuntut supaya majelis hakim membebankan biaya perkara sebesar Rp 500 ribu kepada terdakwa. Sementara barang bukti ganja sebanyak 44 bungkus besar atau seberat 1,6 ton serta dua buah hanphone, satu unit sepeda motor, dan mobil pick up dikembalikan kepada jaksa untuk perkara dengan terdakwa Irwansyah alias Waseh alias Salwi.

Dalam tuntutannya, Andri menyatakan tidak ada hal-hal yang meringankan terdakwa. Sedangkan hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa merusak moral generasi muda, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkotika, dan menimbulkan keresahan di masyarakat. “Ganja yang dibawa terdakwa sangat banyak seberat 1,6 ton,” kata Andri.

Dalam melakukan perbuatanya, terdakwa mendapat bayaran Rp1 juta, dan Rp3 juta lagi kalau semua ganja laku terjual. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ungkap jaksa membacakan dakwaan pertama.

Menurut jaksa, perbuatan terdakwa telah memenuhi semua unsur dalam dakwaan ketiga jaksa. Andri menguraikan bahwa terdakwa menerima, mengawal dan mengangkut ganja ke gudang di Cikalahang Landeuh, Desa/Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang pada Sabtu, 28 November 2015. (NED/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment