a
Widget Image
Ilustrasi / IST

14 Terpidana Mati, Akan Segera Diesekusi

CILACAP, BANPOS –Kabar akan dilaksanakannya eksekusi mati 14 terpidana mati kasus narkoba semakin dekat. Hal itu ditandai dengan adanya permintaan dari Polres Cilacap untuk menyiapkan petugas yang akan memandikan jenazah.

Selain itu, para terpidana mati tersebut dikabarkan telah menempati ruang isolasi di Lembaga Pemasyarakatan Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, untuk menunggu waktu pelaksanaan eksekusi. Mereka dimasukkan ke ruang isolasi itu sejak Senin, 25 Juli 2016, pukul 22.00 WIB.

Petugas kematian dari Gereja Kristen Jawa Cilacap, Suhendro, mengaku sudah diminta petugas dari Polres Cilacap untuk menyiapkan tim untuk memandikan jenazah terpidana mati yang akan dieksekusi.

“Iya, kami sudah diminta menyiapkan tim untuk memandikan jenazah terpidana mati yang akan dieksekusi. Tapi berapa yang akan dieksekusi dan kapan, saya tidak diberi tahu. Saya hanya diminta menyiapkan petugas yang akan memandikan jenazah saja,” katanya.

Menurutnya, petugas Polres Cilacap meminta pihak gereja menyiapkan tim pemandi jenazah, adalah untuk menangani jenazah terpidana mati yang beragama Kriten Protestan dan Katolik.

“Sedangkan terpidana mati yang beragama Islam, akan ditangani pak Hasan Makarim (rohaniwan Islam yang biasa melakukan pembinaan rohani Islam di Nusakambangan,” katanya.

Mengingat tidak ada pemberitahuan berapa orang beragama Islam yang akan dieksekusi, Suhendro menyatakan telah menyiapkan petugas untuk memandikan jenazah sekitar 12 jenazah.

“Itu yang saya siapkan. Mudah-mudahan tidak lebih dari itu, karena kalau lebih dari itu kami nanti yang repot,” katanya.

Sementara para anggota keluarga, pengacara, perwakilan dari kedutaan besar, dan kejaksaan negeri eksekutor yang sebelumnya berkumpul di Kejaksaan Negeri Cilacap, pada Selasa (26/7) siang sekitar pukul 13.50, terlihat datang di dermaga. Mereka semua tiba di dermaga dengan menggunakan bus mini yang dipinjam Kejari Cilacap dari Pemkab Cilacap.

Rombongan yang kemudian menyeberang ke Nusakambangan tersebut, antara lain berasal dari perwakilan terpidana mati asal Pakistan, India dan Nigeria. Perwakilan kedubes yang hadir, adalah dari Kedubes India, Pakistan dan Nigeria. Namun terpidana dari Nigeria, yang ikut menyeberang ke Nusakambangan adalah jaksa eksekutor dari Kejari Medan, Olo Paneholan.

Dari ke-14 terpidana mati, santer nama Gembong narkoba nomor wahid di Indonesia, Freddy Budiman disebut-sebut masuk jajaran terpidana mati yang akan dieksekusi. Freddy masuk dalam persiapan Kejagung dari eksekusi mati jilid III ini.

Sementara dari perwakilan terpidana mati Freddy Budiman yang biasanya diwakili oleh ibunya, belum terlihat. Namun kemungkinan sudah lebih dulu menyeberang ke Nusakambangan, karena diketahui sudah beberapa hari berada di Cilacap.

Kuasa Hukum Freddy Budiman, Untung Sunaryo, saat dihubungi via telepon genggamnya menyebutkan keluarga Freddy Budiman sudah berada di Cilacap sejak beberapa hari lalu.

“Ini saya sedang dalam perjalanan ke Cilacap,” katanya.

Saat ditanya apakah sudah mendapat pemberitahuan dari kejaksaan soal pelaksanaan ekseskusi, Untung mengaku belum mendapat pemberitahuan.

“Saya belum mendapat pemberitahuan. Ini saya mau ke Cilacap mau menyampaikan hasil putusan PK dari Mahkamah Agung,” jelasnya. (NET/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment