a
Widget Image
Bank BPR

BPR Berkah Pandeglang Belum Banyak Dilirik

PANDEGLANG, BANPOS – Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Berkah Pandeglang sebagai sarana pemerintah, untuk melayani kebutuhan perbankan para petani, peternak, nelayan, pedagang, pengusaha kecil, pega­wai, dan pensiunan. Tapi Bbank tersebut belum banyak dilirik masyarakat sehingga perlu diusahakan agar bisa dmanfaatkan halayak.

Badan Pengawas BPR Berkah Pandeglang, Tati Suwargiharti mengatakan, sasaran dari BPR Berkah Pandeglang juga untuk mewujudkan pemerataan layanan perbankan, pemerataan kesem­patan berusaha, pemerataan pendapatan, dan agar masyarakat tidak jatuh ke tangan para pelepas uang alias rentenir dan pengijon.

“Tujuan BPR Berkah Pandeglang jelas untuk kesejahteraan masyarakat, namun untuk meraup minat masyarakat perlu ada penyesuaian dan sosialisasi yang terus diusahakan. Yang baru bisa diusahakan yaitu pegawai di lingkungan Pemkab Pandeglang, sekitar 80 persen melakukan simpan pinjam di BPR milik daerah itu,” kata Tati, Kamis (30/6).

Menurut dia, bank yang baru berdiri tidak lebih dari dua tahun itu dinilai berkembang baik. Dia mengklaim bank daerah di Provinsi Bali bahkan menawarkan pinjaman kepada BPR Berkah Pandeglang. Artinya, kata Tati, ada kepercayaan publik dan bank lain.

“Ada yang di sebut NPL atau tingkat angka kemacetan. BPR Berkah itu NPL-nya dibawah 5 persen sesuai ketentuan BI. Kemudian bank lain yang melirik itu disebut intermediasi yang artnya ada perhatian dari pihak lain atas prestasi kita,” kata Tati.

Sementara Asda Ekbang Setda Padeglang, Iskandar berharap masyarakat mampu memanfaatkan keberadaan BPR, sebagaimana fungsi dan tujuannya di daerah sebagai media untuk kesejahteraan masyarakat. Kata dia, usaha BPR yaitu menghimpun dan menyalurkan dana dengan tujuan mendapatkan keuntungan, sementara keuntungan BPR diperoleh dari spread effect dan pendapatan bunga.

“Masyarakat bisa memanfaatkan BPR Berkah karena dia (BPR, red) bisa memberikan kredit, bisa enyediakan pembiayaan bagi nasabah, namun berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah,” katanya.

Kata Iskandar, untuk memperoleh saling menguntungkan antara masyarakat dengan daerah melalui BPR milik Pemkab Pandeglang, hendaknya ada sinergisitas antara keduanya. Karena badan usaha seperti bank memerlukan nasabah.

“Maju dan tidaknya BPR ya tergantung kepada pelanggannya atau nasabahnya, semakin banyak yang mau transaksi ya semakin bagus. Kita berharap ada perkebangan, kalau saya lihat ada kemajuan seperti mulanya hanya ada di Pasar Saketi namun sekarang diadakan di wilayah Pandeglang ynag dekatdengan pusat pemerntahan Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.(YOG)

Share With:
Tags
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment