a
Widget Image
zebra cross

Cat “Zebra Cross” di Jalan Kadumula Memudar

PICUNG, BANPOS – Zebra cross sebgai tempat penyeberangan di jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan. Di Jalan Kadumula antara Jalan Picung dan Munjul, cat zebra cross memudar karena bukan menggunakan cat yang mestinya digunakan untuk membuat zebra cross.

Marka jalan berupa zebra cross tersebut tepatnya terletak di Desa Kolelet, Kecamatan Picung. Menurtut Yanti Febriasari, warga Kampung Kadumula di desa setempat, dia menegaskan marka jalan tersebut bukan buatan pemerintah, jadi wajar jika kualitas cat yang digunakan bukan standar untuk pembuatan zebra cross.

“Iya memang catnya sekarang memudar, sudah tidak kelihatan lagi. Wajar aja sih itu kan inisiatif warga Kadumula, bukan dapat bikin pemerintah. Warga membuat zebra cross di lokasi itu karena membutuhkan, makanya tanpa menunggu dibuat pemerintah warga pilih buat sendiri,” kata Yanti di kediamannya, Senin (11/7).

Dibuatnya Zebra Cross, kata Yanti, untuk tempat menyebrang warga yang hendak ke Masjid, sebagaimana nampak marka jalan tersebut tepat dibuat di depan Masjid Agung Kampung Kadumula. Di waktu tertentu seperti saat shalat, banyak warga yang lalang lintang menyebrang ke masjid.

“Idealnya, zebra cross dinyatakan dengan marka jalan berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam, yang tebal garisnya 300 mm dan dengan celah yang sama dan panjang sekurang-kurangnya 2500 mm,” kata dia.
Tapi untuk zebra cross di Kadumula, kata Yanti, hanya alternatif saja sebelum pemerintah membuat marka tersebut di tempat yang dibutuhkan warga.

Sementara, Sekdes Kolelet, Supriatna membenarkan warganya melakukan inisiatif untuk penyebran jalan mengunakan bahan seadanya, seperti cat yang kualitasnya bukan untuk marka jalan. Menurut dia, jalan di Kadumula ramai pengendara karena merupakan akses utama poros Provinsi Banten.

“Jalan (Kadumula, red) ini adalah akses utama dari Pandeglang wilayah I menuju Kecamatan Cikeusik, Munjul, dan bisa tembus ke Kecamatan Panimbang. Sudah pasti bukan jalan yang sepi pengendara, jadi memang alangkah baiknya warga melakukan inisiatif seperti pembuatan marka jalan secara mandiri,” kata Supriatna.

Meski sudah melakukan inisiatif, belum ada tanda-tanda akan dibuat marka jalan di lokasi tersebut oleh Pemprov Banten, karena jalan tersebut adalah poros jalan Pemprov Banten berikut kewenangan pembuatan marka jalannya.

“Belum ada informasi akan dibuat oleh Pemprov Banten. Namun kalau warga kembali mengecat jalan dengan bahan seadanya pasti tidak akan tahan lama, sebagaimana yang sudah dilakukan. Kalau musim hujan paling hanya bertahan satu bulan, kalau musim panas lumayan, bisa awet sampai dua bulan,” jelasnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment