a
Widget Image
ilustrasi prostitusi

Cegah Praktik Prostitusi, Tramtib Ciledug Kumpulkasn Pengusaha Pijat dan Salon

CILEDUG, BANPOS – Para pengusaha panti pijat dan salon se Cileduk dikumpulkan Trantib Kecamatan Ciledug, Rabu (27/7/2016). Hal ini dalam rangka sosiali Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang nomor 8 tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran, sekaligus upaya pencegahan praktik prostitusi.

Selain itu, petugas juga meminta kepada para pengusaha pijat reflexi dan salon ini untuk melaporkan karyawannya yang merupakan pendatang baru.

“Kita jelaskan ke para pengusaha terkait Perda tersebut, mana-mana saja yang diperbolehkan dan mana-mana saja yang dilarang. Terus melanggar sanksinya seperti apa dan dijelaskan aturan lainnya,” kata Kasi Tramtib Kecamatan Ciledug, M Sahri.

Pihaknya juga melakukan pendataan ulang terhadap jumlah tempat usaha pihat reflexi maupun salon serta mendata karyawan yang bekerja. Dirinya khawatirkan adanya pendatang baru yang dipekerjakan di salon maupun pijat reflexi sebagai wanita penghibur.

“Kami juga warning buat pemilik salaon atau pijat apabila mereka berbuat nakal dan tidak mematuhi aturan. Petugas bisa memberikan sanksi mulai teguran hingga penutupan tempat usaha,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Ciledug, Khairul Azmi menyatakan, bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada petugas dan sangat mendukung adanya kegiatan sosialisasi Perda terkait larangan prostitusi.

“Saat ini kan sedang marak pelanggaran prostitusi di berbagai wilayah nusantara. Saya sangat prihatin karena akan menju kepada sek bebas. Kegiatan ini juga bisa sebagai upaya penyelematan anak bangsa untuk diarahkan ke hal yang positif,” tukas pria yang tinggal di Kampung Dukuh, Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug ini. (IQBAL/UIS/BNN/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment