a
Widget Image
PT Cemindo Gemilang Bayah, sebagai produsen semen merah putih ini dituding banyak mempekerjakan tenaga kerja asing asal China. *** WIDODO CH/BANTEN POS ***

Di Pabrik Semen CG Bayah, TKA Asal China Digaji 10 Kali Lipat

BAYAH, BANPOS – Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negara China/Tiongkok di pabrik semen milik PT Cemindo Gemilang (CG) yang berlokasi di Kecamatan Bayah, Lebak, mendapatkan gaji jauh lebih tinggi ketimbang pekerja warga lokal, bahkan perbedaannya bisa mencapai 10 kali lipat dari gaji pekerja lokal dalam jenis pekerjaan yang sama dengan tenaga kerja lokal.

Perlakuan yang ditudingkan terkesan diskriminatif itu membuat para pekerja lokal iri, sebab baik tugas maupun pekerjaan tidak ada bedanya, karena TKA itupun sama-sama pekerja kasar.

Sebagaimana informasi dari sumber BANPOS dari salah seorang pekerja kasar di PT CG Bayah, bahwa jumlah TKA asal Tingkok/China yang menjadi pekerja kasar di pabrik semen itu jumlahnya sekitar 400 orang.

Terbanyak itu ada di belt conveyor dan di pembangkit listrik. Meski hanya pekerja kasar, semua TKA asal China itu mendapatkan perlakuan istimewa dari perusahaan. Termasuk untuk tempat tinggal pun di sediakan rumah peristirahatan di lingkungan pabrik.

“Saya melihat di belt conveyor saja itu sudah lebih dari 200 orang TKA China. Kan di situ ada tiga shif. Apalagi di pembangkit listrik, di situ juga ada ratusan. Ya kira-kira mah jumlah semuanya tidak kurang dari 400 orang,”, ujar sumber BANPOS di pabrik semen PT CG, Bayah, Jum,at (22/7/2016).

Menurutnya, dahulu ketika awal pendirian TKA asal China di pabrik semen itu mencapai ribuan. “ Sekarang-sekarang saja karyawan asal China itu sudah mulai berkurang,”, jelasnya.

Dia mengaku heran atas kebijakan perusahaan yang terkesa memberikan perlakuan istimewa terhadap TKA asal Cina tersebut. “ Meskipun jenis pekerjaan sama dengan pekerja lokal tetapi gajihnya itu lho sangat jauh berbeda. Kalau pekerja lokal digaji Rp 100 ribu per hari, maka mereka (TKA asal China-red) digaji Rp 500 ribu sampai satu juta rupiah per hari,” ujarnya.

Dahulu, lanjutnya, sering dilakukan Sidak yang dilakukan sejumlah aparat negara di pabrik semen dalam rangka memantau keberadaan TKA yang ada di pabrik semen.

“Kalau sekarang mah sudah tidak ada yang Sidak sidakan lagi. Lagian para TKA sekarangmah jarang keluar pabrik. Biasanya beres kerja mereka langsung istirahan di rumah yang sudah disediakan oleh pabrik,”, ungkapnya. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment